Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Category Archives: past

tuhan itu lucu

… dan menggemaskan, kata Kimi.

Hidupku ini warna warni, seperti satu set puzzle. Kadang ada kelabu, kadang merah oranye biru kadang pun hitam. Ingin aku membuang bagian yang tak aku suka namun nanti aku takkan mendapat gambar yang lengkap. Jadi ya sudahlah aku terima saja apa yang harus aku jalani.

Belakangan ini hariku berantakan, seberantakan rambutku yang mulai memanjang dan belum sempat ke salon karena salon disini luar biasa mahal. Pagi pergi kerja seharian di kantor lalu pulang makan internetan bersih-bersih lalu tidur lagi. Lho bukannya justru teratur? Tidak 🙂 Everything is just aimless therefore i called it a mess.

Seorang kawan bilang, that’s why they call it a broken heart. You don’t even know why you start when everything’s ended up messed all around. I don’t blame anyone or anything, though. I knew it from the very beginning this is the path i have chosen.

Ah, di kantor banyak hal yang terjadi padaku. Dalam waktu yang cukup singkat aku belajar banyak hal. Segala sesuatu yang harusnya aku tahu dari jaman kuliah, sekarang baru aku mengerti. Bodoh? Tidak juga. Tak ada bodoh atau pintar, yang ada orang yang mau belajar dan orang yang tak mau belajar. 

Lalu akhir minggu kemarin, entah obsesif entah kompulsif, aku merencanakan liburan spontan untuk tiga bulan ke depan. Ha. Aku tak pernah membayangkan akan melakukan hal ini karena biasanya aku terlalu perhitungan. Kali ini sudahlah mengalir saja, kata pak nukman di plurk tadi pagi, cari duit itu udah pake mikir jadi buang-buang duitnya gak usah pake mikir lagi 😀

Makasih, pak nukman! Hihihihi

Lalu ada satu lagi, ketika aku punya suatu rencana jahat pada orang tertentu, dimana alam sadarku tentunya gak mengijinkan aku untuk  melakukannya. Hei ini bukan balas dendam atau apa, tapi sesuatu yang memang natural. Ah ya, dan aku pun melakukannya. Rasanya siang ini aku bisa tersenyum lebar sekali 😀 Rasanya seperti tiba-tiba datang di sebuah lokasi syuting sinetron kemudian merusak setting sambil lewat saja. Not on purpose. 

Kejutan wiken ini. Beberapa teman dari masa lalu menyapa lagi. Orang-orang istimewa, yang pernah berarti banyak dalam hidupku. Yang diam-diam pernah kuharapkan kembali datang. Pertama kali melihat nama mereka di layar monitor, rasanya seperti kembali ke masa yang lalu itu, dimana aku masih tertawa lepas dan berlompatan kesana kemari seperti anak kelinci. Aku senang 🙂

Tuhan itu lucu. Banyak hal dirangkai jadi satu, membuat hidup jadi seindah warna pelangi. Kadang aku cuma berjalan begitu saja dalam hidup, gak pernah melihat ke kiri kanan, siapa tahu banyak pohon cemara ada hal-hal menarik yang terlewat olehku. Ah bersyukur itu ternyata tak terlalu sulit kalo aku memang mau membuka mata. 

Bunga daffodil musim semi, angin badai, cuaca yang berubah-ubah. Negara ini sudah masuk musim semi, yang artinya akan semakin banyak sinar matahari. Rasanya hangat, biarpun aku benci karena gak bisa tidur kalau masih ada sinar matahari. Tapi yah, yang penting gak gelap karena aku takut hantu 😀 Oh iya, aku juga senang punya teman-teman seperti kalian. Kalian yang mana? Ya kalian, kalian yang mungkin gak merasa tapi sungguh punya kalian di sekelilingku itu sungguh menenangkan… biarpun hanya berupa pelukan digital dan obrolan virtual :))

Dan ah ya, aku masih sering nangis karena hal itu, bahkan di tengah-tengah chatting atau ngeplurk dengan kalian. Eh jangan minta maaf, justru aku yang berterimakasih karena kalo bisa nangis rasanya jadi lega banget.

Tuhan, kenapa kamu teramat lucu? Tapi terimakasih ya karena kamu gak pernah pergi kemana-mana, bahkan ketika aku meninggalkanmu 🙂

Rindu Untuk Kamu

Bintang memang hanya datang di malam hari, terkadang pun ia hilang dari pandangan. Namun bias sinarnya selalu hadir, jika kamu cukup peka merasa.

Aku rindu. Rindu yang membunuh. Rindu yang menghimpit dadaku sampai perih bahkan untuk bernafaspun sulit rasanya. Ketika itu air mata tak sanggup berkata apapun, dia hanya mengalir dalam diam, menikmati setiap hunjaman yang ditorehkan di hati. Bukan lagi goresan luka, melainkan rindu. Rindu yang membunuh. Rindu untuk kamu.

Maaf, katamu? Tak ada lagi yang perlu dimaafkan. Semua amarah sudah lenyap. Semua orang menyebutku bodoh tapi aku menyebut itu cinta. Bagaimana mungkin aku hidup tanpamu jika kamulah sebagian dari hidupku? Aku akan hidup setengah jiwa saja.

Dalam susah ataupun senang. Dalam miskin ataupun kaya. Dalam sakit ataupun sehat. Aku memang belum pernah mengucap janji yang itu tapi aku tak pernah lupa satu janji yang pernah kuucapkan padamu. Semoga kamu masih ingat. Yang jelas kamu tahu dimana harus mencariku, karena aku tak akan kemana-mana.

Sampai maut memisahkan…

Tapi katanya cinta itu membebaskan, dan aku ingin belajar membebaskanmu. Aku takkan memaksamu mencintaiku tapi tolong, jangan paksa aku berhenti mencintaimu karena aku takkan bisa. Jika suatu hari kau memaksaku melupakanmu, mungkin seumur hidup aku memilih untuk tak lagi jatuh cinta, karena aku tak lagi punya cinta.

Karena cinta itu kamu.

Hey You !

To you, 

if you’re still stalking on me, then read this carefully. Don’t you know you’re waaaayyy more atrociously vile than i am?

I give up, doesn’t mean i lose. I repeat after me : I GIVE UP, DOESN’T MEAN I LOSE.

Aha.

Menara Gading

Waktu berhentilah

Kenangan indah datanglah

Tutuplah pintu menuju masa depan

Tak ada lagi kesedihan, perasaan diabaikan, sakit, sepi…

Lost In Neverland

The first time i realized what has happened. After those ups and downs, which i thought is supposed to happen, then i realized that i don’t deserve them all. I deserve more lively life. I deserve freedom, for my voice to be listened to. 

To be listened. Not only to be heard.

I cry. I scream. I whine. 

Never know that i was in my own prison. Now have i the time to break free, but i just can’t. I don’t want. 

Yes, this idiot in me rules most of the times. Ask me who let it, and i’ll answer i don’t know.

To you, my greatest miracle in life, i am here lost without your guide, eventhough you guide me into neverland.

Should i give up, or should i just keep chasing pavements, even if it leads nowhere?