Rss Feed
Facebook button
Calendar
September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Archives
Shout!

ShoutMix chat widget
INDONESIANabroad.com
Add to Technorati Favorites
Coin A Chance

Posts Tagged ‘Agresi Militer’

Monumen Jogja Kembali

Siapa yang tinggal di Jogja? Penduduk asli atau anak kost? Hayo berapa orang yang uda pernah masuk ke Monumen Jogja Kembali? ;)) Saya sudah 6 tahun lebih di Jogja dan partner hidup travelling saya malah orang Jogja… tapi sama-sama belom pernah kesini. Monumen Jogja Kembali atau yang lebih akrab disebut Monjali ini terletak di jalan lingkar utara (Ring Road) kota jogja, antara jalan Kaliurang dan jalan Monjali. Monumen ini eye-catching karena bentuknya yang kerucut seperti tumpeng. :lol:

Monjali

Monjali

Kemarin, hari Selasa 13 Oktober siang-siang kami berdua pergi ke Monjali. Dari arah barat, sebelum monumen ada tempat parkir yang luas untuk bus-bus pariwisata. Karena naik motor maka kami langsung masuk ke areal parkir motor Monjali. Tiket parkir motornya… 2000 rupiah :die: *cleguk*

Mayan mahal juga ya. Lalu tiket masuknya berapa? 5000 rupiah saja. Harusnya ada tiket khusus untuk kamera tapi ibu-ibu yang jaga loket bilang gak usah aja. Masuk areal monumen dari arah barat, kami disuguhi kendaraan perang di sudut tanah lapang pelataran Monjali. Mendekat ke monumen di tengah, ada dinding tinggi yang bertuliskan nama-nama pejuang pada masa Agresi Militer kedua.

Memorial Wall

Memorial Wall

Pintu masuk utama monumen membawa kita ke ruang diorama. Mengelilingi monumen, pengunjung disuguhi diorama kisah perang perebutan kota Jogja dari tangan Belanda. Setelah selesai melihat Diorama, kita bisa naik ke lantai 2 yaitu tempat mengheningkan cipta. Di tempat yang luas ini ada lukisan tangan memegang bambu runcing di satu sisi dan tangan memegang pena di sisi yang lain. Tepat di tengah ruangan berdiri tiang bendera merah putih, dan di belakang tiang bendera terdapat tulisan tangan mantan Presiden Soeharto yang meresmikan monumen ini.

Diorama 1

Diorama 1

Diorama 2

Diorama 2

Di sekitar monumen yang berbentuk tumpeng ini terdapat relief-relief yang menggambarkan situasi kota Jogja sejak awal kemerdekaan Indonesia hingga setelah peristiwa 6 jam di Jogja. Di salah satu relief terdapat juga amanat dari Sri Sultan Hamengkubuwono dan Paduka Paku Alam mengenai bergabungnya Jogjakarta ke dalam NKRI.

Lalu, udah selesai gitu aja? Jangan langsung pulang dulu. Temukan pintu di samping “tumpeng”, di dalamnya ada ruangan serbaguna yang dikelilingi 4 museum. Setiap museum berisi barang-barang bersejarah, mulai dari senjata, foto, hingga ranjang mantan presiden Soekarno.

Overall, museum ini layak dikunjungi. Saya dan partner hidup travelling saya juga ternyata bisa belajar banyak dari apa yang kami lihat di museum ini. Sayang sekali di bagian souvenirnya gak ada barang yang cukup unik dan representatif. Semoga bisa jadi masukan bagi pengelola Monumen Jogja Kembali. *huuuuu kayak ada aja yang baca ini*

Sekian :)

Switch to our mobile site