Posts Tagged ‘acid jazz’
Bukan Tentang Java Mraz
Ide judulnya memang nyontek postingan terbaru Mojojojo, diedit sedemikian rupa karena saya sebel Java Jazz taun ini identik sekali dengan Jason Mraz dan ABG
)
Ah tapi ya sudahlah. Wong saya juga ndak mampu nonton Java Jazz di Jakarta. Sebagai pengganti, Tuhan mengirimkan Incognito untuk mengadakan konser disini tanggal 7 Maret kemarin \:D/ Tiketnya pun gak semahal Java Jazz. *grins*
Saya nonton bersama 3 orang teman lain : Fikri, Gigie dan Ghozi. Sorenya kami masi berkutat dengan sop buntut dan paru goreng resep Warung Padang Uda Fikri sampe waktu menunjukkan pukul 7 malam padahal konser akan dimulai jam 8.30 malam. Eh ternyata tempat konsernya cuma sedikit di luar kota Den Haag, 15 menit saja naik tram.
Sampai di Cultuur Podium Boerderij, kami kira konsernya akan antri tapi ternyata enggak loh :D Yang kami kira tempat konser gede itu ternyata kafe kecil aja. Kami berempat ndusel-ndusel ke depan panggung tanpa halangan karena kafe masih cukup sepi. Saya dan Gigie sih ndusel demi nonton Incognito dengan jarak satu meter dari panggung, tapi rasanya Fikri dan Ghozi cuma ingin ndusel mbak-mbak cantik yang nonton konser juga [-(
Konser dimulai rada telat, setengah sembilan lewat dikit. Untung gak ada band pembuka gitu, jadi Bluey dan kawan-kawan langsung masuk ke panggung. Total kira-kira 17 lagu, plus lagu tambahan terakhir setelah mereka pura-pura pamit dan (seperti biasa) kembali lagi naik panggung. Hampir semua lagu bagus punya mereka dimainkan, seperti Still a Friend of Mine, Don’t You Worry ’bout the Thing, Colibri, Deep Water, N.O.T, Always There, Step Aside, Everywhere, dan beberapa hits yang lain.
Ada yang menarik di konser ini. Di babak kedua konser *halah* mereka switch instrumen. Bassist main keyboard, drummer main bas, gitaris nyanyi, vokalis main perkusi, dan keyboardist main drum. Waw. Keren abis !! :@) Selama konser ini break nya hanya sebentar saja. Paling mereka hanya mengelap keringat dengan handuk atau sekedar minum air mineral. Para personil Incognito yang berasal dari Mauritius, Jamaica, Trinidad-Tobago, Inggris, dan beberapa negara lain ini juga cukup interaktif dengan penonton.
Tahun depan grup musik ini berusia 30 tahun. Wow. They’re such a legend of acid jazz history. Seperti diklaim di situs resmi Incognito, they’re healer and not only entertainer :D
Ah ya, gak lupa juga saya *ehm* merekam sekitar 9 sound recordings dan 3 video (Still a Friend of Mine, Don’t You Worry bout The Thing, dan Always There). Mojo !! Tuh 3gp-nya siap disedot, gan.
”
Dua setengah jam kemudian konser baru usai. Ah. Setelah konser Earth Wind Fire taun kemarin, baru sekarang ini saya nonton konser lagi. PUAAASSSSS
) Gak sabar nunggu North Sea Jazz Festival bulan Juli nanti @-)
Satu hal yang jadi remark buat saya malam itu adalah : sungguh tidak baik adanya memakai sepatu boot high heel 7 cm setelah sesiangan shopping lanjut BERDIRI nonton konser selama hampir 3 jam plus mengejar tram
Beauty is indeed pain. *headdesk*






Daaaaaaannnn karena tanpa skrinsut adalah howax maka dengan ini disertakan poto saya dan gigie :D ndak boleh skip. Harus diliat. Harus!!
) Maaf berantakan. Males ngedit. Photos courtesy of Fikri.





