Rss Feed
Facebook button
Calendar
September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Archives
Shout!

ShoutMix chat widget
INDONESIANabroad.com
Add to Technorati Favorites
Coin A Chance

Perjalanan Ke Timur

Setelah perjalanan ke selatan bulan lalu, kali ini saya dan beberapa teman diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan suci ke timur. Target kali ini adalah kota yang dibilang Paris-nya Eropa Timur : Budapest.

Hayooooo Budapest itu ibukota Hungaria apa Rumania? :) )

Kota ini betul-betul cantik. Perpaduan kultur Eropa Timur dan Eropa Barat masih dilestarikan. Budapest dipisahkan jadi Buda dan Pest oleh Sungai Danube yang juga membelah beberapa negara lain di Eropa. Empat hari tiga malam kami disini, menginap di Hostel Barocco di daerah Kalvin Tér yang dekat dengan pusat kota. Hostel ini recommended karena selain murah, kamar dan kamar mandinya bersih, juga mbak-mbak penjaganya cantik dan baik :D

Peta disediakan gratis di Airport Ferihegy, dan di dalamnya cukup lengkap memuat metro dan tram network, juga lokasi-lokasi yang menarik untuk dikunjungi. Dari Airport ke tengah kota hanya memakan waktu kurang dari satu jam dengan menggunakan bus 200E dari Airport ke stasiun metro Kobanya-Kispést lalu dari situ kita bisa ambil metro ke tempat yang kita tuju. 

Dua jam terbang dari Eindhoven dengan maskapai WizzAir yang lebih mending dari RyanAir kami langsung ke hostel dan mencari tempat makan. Laper cuy, di pesawat gak dikasi apa-apa :) ) Di tempat makan pertama yang berjudul Jaffa Bistro inilah kami tahu kalo disini dijual Absinth. Horeee save the best for last. Lalu kami lanjut jalan kaki lewat pusat kota ke arah Chain Bridge, jembatan di sungai Danube. Waktu kami tiba hari sudah senja, jadi kami terus berjalan menyeberangi sungai. Tepat di seberang kami melihat keberadaan Buda Castle. Tapi tinggi banget di atas bukit :( Untung ada moda transportasi (halah) funicular yang mengerikan menyenangkan, memudahkan kami sampai di atas. Harganya pun tak terlalu mahal, kurang dari 5 euro bolak-balik. Di atas ada Buda Castle yang bagus banget :((  Kastil ini dulunya istana raja. Ya iyalah pasti bagus.

  

    

Besoknya hari buruh (May Day) dan kebanyakan toko pada tutup. Jadi kami beli tiket 24 jam yang mencakup semua moda transportasi seperti bus, tram, dan metro di seluruh kota. Harganya cukup 1500 Huf (Hungarian Forint) saja. Pergilah kami ke tempat yang jauh, ke monumen Heroes Square, yang berisi patung pahlawan-pahlawan Hungaria. Hawanya lagi bagus waktu itu, dan rasanya pengen tidur aja mengonggokkan diri di square nya :D

Selepas dari Heroes Square kami pergi ke House of Terror, rumah berlantai tiga yang dulu dipakai untuk markas partai Nazi dan polisi rahasia komunis Hungaria. Bukan hanya itu, ruang bawah tanah rumah ini adalah penjara dan tempat eksekusi para tahanan politik. Masih ada semua ruangannya. Lengkap. Bahkan tiang gantungan masih ada juga :( Liputan yang jauuuuh lebih bagus ada di blognya Sherwin. Ada trivia tentang Hungaria juga di postingannya yang laen.

      

  

Ngeri ya :) )

Pulang dari situ kami segeran nyari kafe di depan kafe Moulin Rouge. Saya minum Virgin Mojito, itu Mojito yang gak beralkohol. Tapi ya hasilnya kayak rumput dicampur soda :- &

Jalan lagi yuk. Kali ini ke gedung parlemen Hungaria. Di depan gedung ada tiang bendera, dengan bendera Hungaria yang bolong di tengahnya, simbol Revolusi Hungaria tahun 1956. Gedung parlemen ini dijaga ketat oleh petugas keamanan, dan hingga sekarang masih difungsikan.

 

 

Di samping gedung parlemen kami gak punya rencana apa-apa mau kemana :D akhirnya naik tram ke seberang. Cuma beberapa halte aja. Dari situ? Bengong =)) Akhirnya kami naik tram lagi ke suatu-tempat-entah-apa. Jalan kaki aja sepanjang sungai Danube, dan berakhir hinggap di restoran :D Eh dari sini terbersit (halah) rencana untuk mencari Labirin Buda yang katanya gak jauh dari Buda Castle. Emang udah malem sih jadi gak mungkin lagi masuk labirin tapi paling enggak tau aja dulu tempatnya. 

Gak nyangka malah lewat kastil :) ) Beneran kastil yang kalo berdiri di balkonnya berasa kayak putri raja lagi nunggu pangeran berkuda putih 

   

Setelah jalan sana sini akhirnya ketemu juga rumah yang jadi jalan masuk labirin. Owkay. Marked. Turunlah kami kembali ke hostel. Kenyang. Senang.

Keesokan harinya, hari terakhir full di Budapest pagi-pagi kami keluar hostel cari sarapan dulu, kemudian menggerayangi pusat kota. Beli ini beli itu. Hihihihi tujuan pertama, mencari Basilika St. Stephen (Sint Istvan) di deket centrum. Wooghh gede dan megah sekali. Di dalam situ ada kapel tangan raja, yang kabarnya menyimpan potongan tangan Raja Hungaria yang ditemukan setelah beliau tewas di-canon :D

  

Dari St. Istvan kami ke… kehabisan duit =)) mengorek-ngorek receh gak cukup juga buat beli tiket metro dan kamipun cari-cari ATM. Eh untung ketemu lalu nyari metro untuk tujuan berikutnya : SPA.

Uhui. Tempat spa ini berlokasi di dalam hotel *duh hotel apa ya namanya, yang jelas tempatnya deket Cita Della* dan ada beberapa kolam air hangat dan juga salon dan fasilitas massage =p~

Duh gak sabar. Errr… tempat ganti baju dan kolamnya dipisah sih cewek ama cowok, dan mungkin karena itu gak ada tempat ganti baju khusus, jadi ya bugil aja disitu berame-rame ganti baju :) )

Ah senangnya nyemplung kolam air hangat sampei saya bisa tidur siang sambil duduk di dalem kolam. Ndak cuma pada pake bikini, banyak yang berendem bugil. Maaph ya yang ini ndak ada skrinsut [-(

Pulang dari spa rasanya ngantuk.. dan lapar :) ) pergilah kami ke fastfood terdekat untuk mengisi perut. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Labirin Buda. Jeng jeng. Ternyata udah gelap di dalam labirin bawah tanah itu jadi kami harus bawa lampu minyak. Siyal, mana saya penakut banget pula. Hih. Tapiiiii ada satu hal yang menarik di labirin itu, yang bikin kami mengumpat wtf wtf terus waktu keluar =)) ntar lah ya saya ceritain belakangan. Masi nyari referensi dulu.

Yak keluar dari labirin matahari masih bersinar dan kami lanjut ke target terakhir : Cita Della. Terletak di puncak bukit, Cita Della ini adalah monumen perjuangan bangsa Hungaria. Gak ada lift maupun funicular jadi dari bawah kami menyusur anak tangga ke atas. 

Hari udah gelap dan kami udah lapar lagi, jadi kamipun turun. Rencana malam terakhir adalah fine dining, dan kami menyusur jalan Raday untuk mencari restoran. Eh yang ada malah restoran ini bikin emosi aja karena lama :) )

Hore-hore di Budapest ditutup dengan minum absinth dan main kartu di cafe sampe lewat tengah malam. Liputan kuliner bisa dibaca di blog tukangmakan. Foto-foto laen bisa juga dilihat di Facebook dan Flickr.

Bye Budapest!

46 Responses to “Perjalanan Ke Timur”

Leave a Reply

>:) :nyesel: :nyucuk: :lol: :(( :woot: :D :evil: :p =)) :) :- :?: :sleep: :die: more »

Switch to our mobile site