Perjalanan Ke Timur
Setelah perjalanan ke selatan bulan lalu, kali ini saya dan beberapa teman diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan suci ke timur. Target kali ini adalah kota yang dibilang Paris-nya Eropa Timur : Budapest.
Hayooooo Budapest itu ibukota Hungaria apa Rumania?
)
Kota ini betul-betul cantik. Perpaduan kultur Eropa Timur dan Eropa Barat masih dilestarikan. Budapest dipisahkan jadi Buda dan Pest oleh Sungai Danube yang juga membelah beberapa negara lain di Eropa. Empat hari tiga malam kami disini, menginap di Hostel Barocco di daerah Kalvin Tér yang dekat dengan pusat kota. Hostel ini recommended karena selain murah, kamar dan kamar mandinya bersih, juga mbak-mbak penjaganya cantik dan baik :D
Peta disediakan gratis di Airport Ferihegy, dan di dalamnya cukup lengkap memuat metro dan tram network, juga lokasi-lokasi yang menarik untuk dikunjungi. Dari Airport ke tengah kota hanya memakan waktu kurang dari satu jam dengan menggunakan bus 200E dari Airport ke stasiun metro Kobanya-Kispést lalu dari situ kita bisa ambil metro ke tempat yang kita tuju.
Dua jam terbang dari Eindhoven dengan maskapai WizzAir yang lebih mending dari RyanAir kami langsung ke hostel dan mencari tempat makan. Laper cuy, di pesawat gak dikasi apa-apa
) Di tempat makan pertama yang berjudul Jaffa Bistro inilah kami tahu kalo disini dijual Absinth. Horeee save the best for last. Lalu kami lanjut jalan kaki lewat pusat kota ke arah Chain Bridge, jembatan di sungai Danube. Waktu kami tiba hari sudah senja, jadi kami terus berjalan menyeberangi sungai. Tepat di seberang kami melihat keberadaan Buda Castle. Tapi tinggi banget di atas bukit
Untung ada moda transportasi (halah) funicular yang mengerikan menyenangkan, memudahkan kami sampai di atas. Harganya pun tak terlalu mahal, kurang dari 5 euro bolak-balik. Di atas ada Buda Castle yang bagus banget
Kastil ini dulunya istana raja. Ya iyalah pasti bagus.
Besoknya hari buruh (May Day) dan kebanyakan toko pada tutup. Jadi kami beli tiket 24 jam yang mencakup semua moda transportasi seperti bus, tram, dan metro di seluruh kota. Harganya cukup 1500 Huf (Hungarian Forint) saja. Pergilah kami ke tempat yang jauh, ke monumen Heroes Square, yang berisi patung pahlawan-pahlawan Hungaria. Hawanya lagi bagus waktu itu, dan rasanya pengen tidur aja mengonggokkan diri di square nya :D
Selepas dari Heroes Square kami pergi ke House of Terror, rumah berlantai tiga yang dulu dipakai untuk markas partai Nazi dan polisi rahasia komunis Hungaria. Bukan hanya itu, ruang bawah tanah rumah ini adalah penjara dan tempat eksekusi para tahanan politik. Masih ada semua ruangannya. Lengkap. Bahkan tiang gantungan masih ada juga
Liputan yang jauuuuh lebih bagus ada di blognya Sherwin. Ada trivia tentang Hungaria juga di postingannya yang laen.
Ngeri ya
)
Pulang dari situ kami segeran nyari kafe di depan kafe Moulin Rouge. Saya minum Virgin Mojito, itu Mojito yang gak beralkohol. Tapi ya hasilnya kayak rumput dicampur soda
&
Jalan lagi yuk. Kali ini ke gedung parlemen Hungaria. Di depan gedung ada tiang bendera, dengan bendera Hungaria yang bolong di tengahnya, simbol Revolusi Hungaria tahun 1956. Gedung parlemen ini dijaga ketat oleh petugas keamanan, dan hingga sekarang masih difungsikan.
Di samping gedung parlemen kami gak punya rencana apa-apa mau kemana :D akhirnya naik tram ke seberang. Cuma beberapa halte aja. Dari situ? Bengong
Akhirnya kami naik tram lagi ke suatu-tempat-entah-apa. Jalan kaki aja sepanjang sungai Danube, dan berakhir hinggap di restoran :D Eh dari sini terbersit (halah) rencana untuk mencari Labirin Buda yang katanya gak jauh dari Buda Castle. Emang udah malem sih jadi gak mungkin lagi masuk labirin tapi paling enggak tau aja dulu tempatnya.
Gak nyangka malah lewat kastil
) Beneran kastil yang kalo berdiri di balkonnya berasa kayak putri raja lagi nunggu pangeran berkuda putih
Setelah jalan sana sini akhirnya ketemu juga rumah yang jadi jalan masuk labirin. Owkay. Marked. Turunlah kami kembali ke hostel. Kenyang. Senang.
Keesokan harinya, hari terakhir full di Budapest pagi-pagi kami keluar hostel cari sarapan dulu, kemudian menggerayangi pusat kota. Beli ini beli itu. Hihihihi tujuan pertama, mencari Basilika St. Stephen (Sint Istvan) di deket centrum. Wooghh gede dan megah sekali. Di dalam situ ada kapel tangan raja, yang kabarnya menyimpan potongan tangan Raja Hungaria yang ditemukan setelah beliau tewas di-canon :D
Dari St. Istvan kami ke… kehabisan duit
mengorek-ngorek receh gak cukup juga buat beli tiket metro dan kamipun cari-cari ATM. Eh untung ketemu lalu nyari metro untuk tujuan berikutnya : SPA.
Uhui. Tempat spa ini berlokasi di dalam hotel *duh hotel apa ya namanya, yang jelas tempatnya deket Cita Della* dan ada beberapa kolam air hangat dan juga salon dan fasilitas massage =p~
Duh gak sabar. Errr… tempat ganti baju dan kolamnya dipisah sih cewek ama cowok, dan mungkin karena itu gak ada tempat ganti baju khusus, jadi ya bugil aja disitu berame-rame ganti baju
)
Ah senangnya nyemplung kolam air hangat sampei saya bisa tidur siang sambil duduk di dalem kolam. Ndak cuma pada pake bikini, banyak yang berendem bugil. Maaph ya yang ini ndak ada skrinsut [-(
Pulang dari spa rasanya ngantuk.. dan lapar
) pergilah kami ke fastfood terdekat untuk mengisi perut. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Labirin Buda. Jeng jeng. Ternyata udah gelap di dalam labirin bawah tanah itu jadi kami harus bawa lampu minyak. Siyal, mana saya penakut banget pula. Hih. Tapiiiii ada satu hal yang menarik di labirin itu, yang bikin kami mengumpat wtf wtf terus waktu keluar
ntar lah ya saya ceritain belakangan. Masi nyari referensi dulu.
Yak keluar dari labirin matahari masih bersinar dan kami lanjut ke target terakhir : Cita Della. Terletak di puncak bukit, Cita Della ini adalah monumen perjuangan bangsa Hungaria. Gak ada lift maupun funicular jadi dari bawah kami menyusur anak tangga ke atas.
Hari udah gelap dan kami udah lapar lagi, jadi kamipun turun. Rencana malam terakhir adalah fine dining, dan kami menyusur jalan Raday untuk mencari restoran. Eh yang ada malah restoran ini bikin emosi aja karena lama
)
Hore-hore di Budapest ditutup dengan minum absinth dan main kartu di cafe sampe lewat tengah malam. Liputan kuliner bisa dibaca di blog tukangmakan. Foto-foto laen bisa juga dilihat di Facebook dan Flickr.
Bye Budapest!















perjalanan adalah mengumpulkan yang partikular dari sebuah kebudayaan manusia.
eh, beautiful pictures! jadi pingin melancong keliling eropa.
podo karo Tika…
ngileeeeerrr!!!!
*bengong takjub ngiri*

aku mau diajak kesana..
Huaduhhh enaknya bisa jalan-jalan ke luar negeri. Saya ndak pernah loh kemana2. Bahkan Asia sekali pun.
Tiap kali jatahnya saya ke luar negeri, selalu saja disambar oleh orang lain.
Wkwkwk.. nasib-nasib…
*bakarrr !!!!!*
eh udah komen disini sebelomnya toh ?
maklum bawaannya esmosi mlulu tiap liat blog ini [-(
tempatnya keren
wah..kapan saya bisa seperti ini
tukeran blog aja yuk..
bakar blog ini.
delete feed dari reader!
bikin iri….
wah perjalannya sangat mengasyikan sekali…kapan saya bisa kesana yah, beidewei….potonya keren
wahh…perjalanan ke timur? tinggal ke barat dunk? sama tong sam chong…
ah ya, foto-fotonya asik sangadh!!! btw, skarang jalan-jalan mulu nih ya!?
.
.
salam kenal yach :d
salam kenal
Hungaria ga masuk Schengen country ya chris? jadi perlu visa khusus dong yaa?
eropa timur udah masuk schengen mbak, jadi ndak perlu visa lagi :D
wess. . . . . .
makasih :D
Damn, you’re really good at taking pictures.
Kok poto2 yang gw ambil selama setahun di sana jelek2 hasilnya, haahha. Waah akhirnya ke Budapest juga, harusnya dateng dari dulu2 lagi pas gw masih di sana, biar ada akomodasi dan tour guide gratis. :D
dulu masi mahasiswa, win. mana punya duit pergi ke budapest
) balik lagi ke eropa doonngggg biar kita bisa saling berkunjung :D
beasiswa aja sering telataku iriiii.. aku iriiiiii
*pukpuk enchic*
wih fotonya keren abiss
makasih
ah fotonya kurang gede *berlalu* ……*digaplok*
kan bukan blog tukangmakan, jeng
)
*sungkem*
*menunggu lanjutan cerita di labirin, skalian rencana meng-kudeta blog ini
*
duh semoga langganan hostingnya ndak di suspend
)
*sungkem*
Njrit.. kotanya keliatan bersih & keren..
*catet tempat pemandian sebagai tujuan utama kalau ke sana*
harus itu, budapest terkenal ama thermal spring bath nya :D
ada juga yang pake ombak2 gitu jadi kayak dipijet hihihi
Terperanjat :o
indah banget…
seneng maen ke blog ini, cuci mata sama fotonya
Cantiiik bgt poto2na !
hahaha makasih :D kota2 di indonesia juga ndak kalah cantik kok sebenernya, cuma sayang kadang ndak dijaga aja
Iya… pada gak dijaga..
padahal semarang dengan gereja blenduknya juga cantik banget..
kota tua di jakarta kota deket glodok sana…
Yaaah lagi2 jadi miris
Beugh bikin ngiri lagi…. *maen pasir di pojokan*
*kubur mijon*
maenan warna make lampu yang di gedung kuno itu ndak lebih bagus dari monas kok [-(
*ngiri setengah mati baru mampu liat monas*
ndak kalah juga kok ama air mancur joget
)
Budapest itu Hungaria. Kalo Rumania itu Bucharest. Bener, gak? :D
pasti oki buka RPUL
)
Bagus, foto2nya keren. Itu kota kalo diliat seperti musium besar ya.
PS Tapi kok ngga ada fotonya kamu setelah minum absinth?
fotoku setelah minum absinth errr… mana ada yang sempet kepikiran jepret kan semua minum juga
)
Justru itu yg diharapkan. Yang motret & dipotret sama2 minum absinth, pasti hasilnya akan seru.
@anto & iyank
iya, kecuali poto heroes square, bendera bolong, ama foto bertiga di gedung parlemen itu :D
iya, poto-potonya keren! yang moto dirimu, chris?
christinnnnnn…aasemmmmmm..bikin ngilerrr ..aku cuma mampu keliling asia aj
itu juga ga banyak..kapan aku ke eropa ya..8->
aku belom pernah keliling asia ken
) bandung aja belom pernah :P
Foto-fotonya cakep!
ayo ntok kapan kita ke praha?