Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Pesan Moral Dari Insanity Workout

Hari ini untuk pertama kalinya saya ikut insanity workout di kampus. Insanity workout ini termasuk high intensity interval training (HIIT) di mana kita melakukan beberapa gerakan intensitas tinggi secara bergantian dalam waktu singkat. Sesi pertama selama 25 menit tadi kami bergiliran melakukan high-knee jump, jumping jack, V-situps, dan apalah apalah lainnya yang setiap gerakannya punya fokus tertentu seperti cardio workout, core strengthening, lower body, biceps, dll. Ada sekitar 12 gerakan yang harus dilakukan masing-masing 30 detik atau satu menit tergantung gerakannya, dengan jeda sekitar 15 detik sebelum pindah ke gerakan berikutnya. Sesi ini kami lakukan dengan iringan musik pop yang up-beat sehingga suasananya lebih semangat.

Sesi berikutnya rada “lebih santai”. Kami cuma berbaring di matras yoga dan latihan otot kaki serta perut dengan gerakan-gerakan “sederhana” macam gerakan menggunting dengan kaki dan setengah sit-up dan planking dll. Ada sekitar 4 atau 5 gerakan di sesi ini, masih dengan metode interval training. Setelah istirahat turun minum selama semenit kami lanjut lagi ke sesi berikutnya yang gerakannya “sederhana” juga – kami cuma berdiri senderan di tembok dengan kaki terbuka lalu pelan-pelan turun seolah-olah sedang duduk. Dua tangan ke depan memegang barbel 2,5kg. Berhenti di posisi itu selama entah berapa puluh detik sampe paha saya rasanya nyeri. Kami diijinkan beristirahat dengan cara mengangkat tumit 😆 istirahat macam apa itu. Setelah sesi ini berakhir kami pun pendinginan dan 50 menit insanity workout usai sudah untuk minggu ini.

Instrukturnya ibu-ibu, sudah cukup “dewasa”. Pesertanya cuma 5 orang termasuk saya, dan sepertinya usia mereka gak kurang dari 45 tahun! Rasanya malu juga pas sesi pertama lihat mereka lompat-lompat tanpa jeda sedangkan saya baru dua gerakan aja udah berkunang-kunang. Instrukturnya menyenangkan, menyemangati masing-masing dari kami dan sepertinya dia gak punya capek. Sambil melakukan gerakan-gerakan sulit atau membenahi postur kami dia teriak “keep up! good job! don’t give up!” yang dalam hati saya balas dengan “SHUT UP! SHUT UP!”.

Pengalaman pertama ikut insanity workout ini berkesan sekali buat saya. Yang pertama, saya paham kenapa jenis olahraga ini dinamakan insanity workout. It’s been only less than 5 minutes into the workout and you’d be all “THIS IS INSANE”. And the more insane is that you actually paid for this torture. Kesan kedua adalah saat sesi terakhir sebelum pendinginan bolak balik salah satu atau dua dari kami berdiri dari sikap “duduk” karena kelelahan tapi instruktur bilang jangan mengalah. Kata beliau:

If it doesn’t hurt you’re doing it wrong.

Langsung pikiran berkelebat kemana-mana, terutama mengingat hari-hari selama hampir 10 bulan saya di kota ini. Begadang sampai pagi, nginep di perpus, ngerasain batuk pilek menjelang ujian, sampai gak sempat jalan-jalan. Yang terakhir salah sendiri sih kenapa gak lebih pintar sehingga ngerjain tugasnya bisa lebih cepat. I hope it’s worth all the pain. I can only hope, but I can still make it happen. Seperti pas workout tadi, saat benak saya berteriak SHUT UP! SHUT UP! membalas teriakan instruktur saya ya sebetulnya sadar, Gal Gadot bisa seksi kayak gitu juga pake usaha dan bukannya makan whopper atau bigmac seenak jidat. Kudu inget juga tuh latihannya Captain America atau Batman. Apa mereka latihan 10 menit trus pulang makan sushi sama bakpao? Itu sih saya, barusan…

Kelar senam saya pulang ke asrama dan ngecek student portal. Nilai ujian sudah keluar. Puji Tuhan 6 matakuliah selama dua semester ini lulus semua dengan nilai memuaskan. It was indeed all worth the pain. Ibarat game, sekarang tinggal ngadepin boss besar bernama MSc Dissertation yang harus diperjuangkan selama 10 minggu ke depan…

One thought on “Pesan Moral Dari Insanity Workout

  1. Ranger Kimi says:

    Alhamdulillah. Aku turut senang. Dan bangga sama kamu. Tetap semangat, Kitin!!! Loph you full. :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *