Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Malam Minggu Kemarin

malam minggu kemarin saya habiskan di alan gilbert learning commons untuk mengerjakan tugas electron microscopy, sabtu siang masih sempat jalan-jalan ke city centre ngecek ukuran jaket titipan suami, lalu pulang tidur sebentar. jam lima sore bangun, cuci muka, nyeduh kopi, lalu makan malam. jam 6 ngabisin kopi di mug dan gak lama kemudian berangkat ke alan gilbert. tempat ini bukan perpustakaan sih, lebih kayak lounge gitu aja penuh sofa-sofa dan meja belajar. buka 24 jam. ada empat lantai, favorit saya di lantai tiga. waktu saya tiba di sana masih lumayan ramai orang, tapi untung saya masih dapat sofa dan laptop tray yang yaaahh lumayan lah buat belajar.

tengah malam, bikin americano dari mesin kopi di pojok ruangan. ngerjain satu soal aja udah berapa jam ga kelar-kelar. stress sendiri jadinya. sampai pagi, baru separuh jalan. ngopi dulu jam lima pagi. jam 9 saya pindah ke area pc cluster nebeng komputer karena laptop saya pakai linux, dan piranti lunak libreoffice yang – menurut beberapa website – sudah lumayan mumpuni untuk dijadikan pengganti microsoft office ini rada-rada kurang bisa dipercaya untuk memproduksi word document dengan format sehalus ms office.

sekitar jam 10.30 saya rasanya sudah ada di ambang kelelahan. mencoba menyusun kalimat yang menjawab pertanyaan tentang cara kerja weak beam dark field dan apa keunggulan centred dark field imaging dibandingkan dengan off-axis dark imaging dengan nyawa yang tinggal setengah.

jam 11:50 draft beres. saya kirim ke fadli untuk dikoreksi sebelum saya submit ke blackboard. fadli ini temen satu lab di kantor serpong yang sekarang sedang menempuh studi doktoral di rwth aachen jerman, kampus pak habibie dulu. dia cukup mahir di urusan transmission electron microscopy, yang baru sedikit banget kampus atau lembaga riset di indonesia punya alatnya apalagi pandai mengoperasikannya.

jam 11:55 saya langsung ngibrit keluar gedung alan gilbert dan terpikir untuk langsung ikut misa jam 12 siang.

di gereja tiba-tiba terpikir: “ya ampun gini amat sih. sebenarnya apa yang dicari?”

kebetulan pula waktu khotbah romonya bercerita tentang sebuah percakapan yang filosofis.

“is this everything there is?” (apakah semua ini memang segalanya yang mungkin ada?)

“well, what you see is what you get.” (well, yang kamu lihat ya apa yang kamu dapatkan.)

intinya.. mungkin ruas jalan yang sedang saya tempuh ini hanya satu dari puluhan ribu fragmen yang menyusun puzzle hidup saya. dijalani aja pelan-pelan. diselesaikan satu-satu. kalau memang sudah waktunya nanti akan diijinkan melihat sebetulnya bentuk utuh puzzle-nya itu seperti apa sih.

semangat semangat

 

8 thoughts on “Malam Minggu Kemarin

  1. Neny says:

    This too shall pass…

    *seruput kopi

  2. Warm says:

    Baper level master!
    Banzai!

  3. Ranger Kimi says:

    Semangat semangat, Kitin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *