Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Daily Archives: 5 March 2017

Nescafe Classic tanpa gula

Asrama mahasiswa Whitworth Park, malam Minggu 4 Maret 2017

Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Saya beranjak ke dapur menyalakan teko pemanas air dan menyeduh kopi dengan rasio 1,5 sendok teh dalam 300ml air panas.

Nescafe classic yang bungkusnya hitam dengan mug berwarna merah. Beberapa hari lalu saya menemukannya di salah satu lorong minimarket Sainsbury’s seberang jalan, kebetulan dengan harga promo dalam kemasan refill yang sepertinya cukup untuk stok kopi beberapa bulan.

Kopi ini favorit saya sejak jaman kuliah karena alasan praktis: kopi hitam tanpa campuran gula/susu dan tanpa ampas. Tentang kenapa saya suka kopi tanpa gula, pernah diceritakan 6 tahun lalu. Kos-kosan saya waktu kuliah berada di tepi selokan mataram di kampung Pogung Dalangan, tepat di belakang kampus Teknik UGM. Kamar saya sederhana; cuma ada kasur single di atas dipan kayu, lemari baju knock-down beli di Liman jalan Malioboro, lemari kayu kecil untuk naruh buku-buku, dan meja kecil di atas karpet. Kalau belajar ya lesehan.

Tepat satu dekade lalu saya mulai mengerjakan skripsi – ya sama di bulan-bulan ini juga. Saya seringkali melewatkan malam-malam di karpet mantengin laptop entah ngutak atik desain alat di kotak-kotak excel, ngoprek program desain reaktor pake QuickBASIC (iya, QuickBASIC yang itu), atau nyicil ngetik studi literatur. Saya mulai “kerja” setelah makan malam, diawali dengan segelas kopi nescafe classic. Sekitar jam 2 biasanya saya mulai capek, lalu ambil bantal dan tidur sebentar di karpet. Gak sempat lagi untuk ngesot ke atas kasur, selain juga takut ketiduran. Kalau memang belum ingin tidur ya kadang pindah-pindah channel radio nyari siaran bagus biar gak bosan. Sering menclok di Sonora FM sih karena banyak lagu jadul… hahaha.

Suatu pagi saya pernah terbangun dan merasa di mulut kok ada yang aneh. Perasaan saya gak ngileran deh. Setelah ngusap pake tangan… lho kok darah. Jebul mimisan. Sempet kaget dan takut sih, tapi setelah tanya teman yang anak Kedokteran katanya itu “cuma” karena stress atau kedinginan aja kok. Bukan masalah serius, lagipula mimisannya sudah berhenti.

Kebiasaan itu berlangsung sampai skripsi saya kelar – saya harus ngelarin skripsi dalam waktu kurang dari 6 bulan karena dapat rejeki beasiswa double degree ke Belanda. Kalau gak kelar ya gak jadi pergi. Ya sudah hajar ajalah. Tidur seadanya, makan seperlunya. Saya masih ingat waktu itu pendadaran skripsi pagi hari, lanjut ujian komprehensif sore harinya. Ujian kompre ini bahannya dari awal sampai akhir kuliah, berupa pilihan ganda sejumlah 200 soal kalo ndak salah. Malamnya saya makan kwetiaw goreng di sebuah lesehan di Jalan Kaliurang sampai kenyang kemudian pulang mandi dan tidur. Lega.

Pagi harinya, saya terbangun dengan kepala pusing dan badan meriang. Sepertinya demam. Saya coba makan roti trus gak lama kemudian muntah-muntah. Minum air juga keluar lagi. Sorenya saya minta tolong teman untuk membelikan makan. Dia bilang kalau masih gak bisa makan mending ke rumah sakit aja. Saya malas ke rumah sakit… nanti siapa yang nungguin, siapa yang bayarin, saya gak mau ngerepotin orang tua.

Besoknya ternyata keadaan gak membaik. Salah satu teman sekelas yang punya mobil menjemput saya ke kost dan mengantar saya ke RS Panti Rapih. Saya gak gitu ingat gimana detilnya, tapi sepertinya saya masuk UGD dan gak lama kemudian masuk bangsal yang isinya 4 orang dan langsung diinfus. Ternyata kata dokter saya kena maag akut dan radang lambung, kemungkinan karena makannya gak teratur, makan gak sehat, dan kebanyakan ngopi. Well.

Saya diopname 4 hari di rumah sakit, dan teman-teman sekelas saya patungan untuk bayarin biaya rumah sakit. Huhuhu terharu. Mereka yang antar jemput bahkan jagain tiap hari dan ambilin baju dari kost. Saya bahkan sama sekali gak ngabarin orang tua karena takut merepotkan. Ya setelah keluar dari rumah sakit baru saya ngabarin bapak dan tentu saja dimarahin.

Setelah itu rasanya lamaaaaaaaaaaa sekali saya gak ngopi nescafe classic. Waktu masih kerja di Jogja kadang lemburnya di kafe jadi minumnya espresso atau americano kafe, atau kalau lembur di kos biasanya tanpa kopi. Pindah kerja ke Serpong, jarang ngopi karena jarang lembur sampai pagi hahaha.

Anyway…

Kenangan ini tiba-tiba datang karena malam ini saya sedang memutuskan untuk begadang ngerjain tugas, dan rasanya kok merasakan adrenalin yang sama… momen di mana sebenarnya lelah tapi harus berpacu dengan waktu, dan memaksa otak yang terbatas ini melakukan tugasnya dengan baik.

NB: ini bukan iklan, bukan pula postingan berbayar. Meskipun saya akan senang juga sih kalo nescafe mau berbaik hati ngirimin paket kopi XD