Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Monthly Archives: October 2015

Presentasi aja LDR

Previously, on the Randomity Today…

(macak The Big Bang Theory)

Jadi, ini adalah sekuel cerita saya yang kemarin, tentang Hari Besar yang Batal ituh. Alkisah, saya dan tiga orang kolega kantor harusnya pergi ke Pekanbaru untuk mempresentasikan paper kami masing-masing di sebuah konferensi. Sayang sekali kunjungan kami tergagalkan oleh kabut asap yang berakibat dibatalkannya penerbangan kami.

Trus papernya gimana? Presentasinya gimana?

Sebenarnya bisa aja sih mencabut paper yang sudah didaftarkan, tapi kan udah bayar dan lagipula gak enak juga sama panitia yang udah susah payah ngusahain agar konferensinya tetap jalan. Sepulang dari bandara, saya ngontak panitia via e-mail untuk mengabarkan bahwa kami tidak jadi datang, dengan melampirkan keterangan batal terbang dari maskapai.

Harusnya saya dijadwalkan presentasi pada Senin pagi. Sebelum jam 9 datang email dari panitia dengan pemberitahuan bahwa presentasi akan tetap dilakukan by phone, dan panitia meminta kami mengirimkan file presentasi paling update. Phone ya, bukan video call. Oke. Presentasi by phone akan dilakukan setelah jam 1 siang. Sambil kirim file .ppt saya tanya ke panitia teknis presentasinya nanti gimana.

Tidak ada jawaban dari panitia.

Sekitar jam 1 siang saya ngusungin laptop dan earphone ke lab buat nyari tempat sepi kalau sewaktu-waktu panitia nelpon untuk presentasi. Tunggu punya tunggu, sampai jam 2 belum juga ada kabar. Barulah sekian menit lewat dari jam 2 saya ditelepon panitia dan diberitahu bahwa saya dapat giliran presentasi jam 16:30.

Heu. Masih lama. Saya nunggu jam setengah lima sambil ngetik skrip per slide ppt biar nanti pas presentasi tinggal baca.

Tibalah saat yang dinanti (halah), lima atau sepuluh menit lebih telat dari waktu yang dijanjikan panitia menelepon saya untuk memastikan bahwa saya sudah siap.Di sana ada panitia yang bantuin geser slide kalau saya sudah ngasih aba-aba “next”. Saya membuka presentasi seperti biasa.

“Good afternoon ladies and gentlemen, thank you for attending this conference. In this session I would like to present our research finding, entitled ‘Preparation and Characterization of PVdF-LiBOB-based Solid Polymer Electrolyte…”

endebrey endeskrey

Saya duduk di lab menatap layar laptop berisi skrip dan slide presentasi, dan membayangkan bahwa saya sedang presentasi beneran di hadapan audience. Di akhir tiap slide saya berpesan “next”, sesuai titah panitia. Seperti layaknya pidato sambutan peresmian gedung baru, di akhir presentasi tentu saja saya berterimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu hingga penelitian tersebut bisa membuahkan sekelumit paper dan semoga hasil penelitian kami berguna bagi orang lain. Amin.

Hmm.

Ini kali pertama saya presentasi by phone. Phone call ya. Bukan video. Kayak lagi siaran radio aja gitu. Ngomong sendiri. Saya gak ngerti apakah di ujung sana itu beneran ada audience dan panitia yang bantuin geser slide, atau saya cuma di-loudspeaker di ruang sekretariat sembari panitia hilir mudik ngecek daftar hadir atau malah lagi break sambil ngemil nasi padang.

Ya gak apa-apa. Niatnya tulus mau berbagi kok. Halah.

Setelah kira-kira 20 hari, siang tadi datanglah paket untuk saya yang berisi seminar kit: buku program, block note, name tag, bukti pembayaran, dan sertifikat. Paket itu dikirimkan oleh panitia dari Pekanbaru. Huhuhu. Terharu. Terimakasih banyak ya. Semoga jurnalnya segera terbit dan bisa saya nilaikan.

Begitulah kisah saya tentang presentasi yang lucu ini. Gak cuma pacaran, mau presentasi aja kepaksa LDR, mz. Hiks.

#IndonesiaTanpaLDR

NB: BTW, harusnya kan kami nginep di Hotel Pangeran Pekanbaru ya. Saya udah bayar via Traveloka, tapi pas gak jadi berangkat itu lupa mau telpon hotelnya. Baru esok harinya saya kepikiran ngontak traveloka untuk nanyain apakah bisa refund atau tidak. Ternyata Traveloka gerak cepat nelponin hotelnya dan pihak hotel dengan baik hati memberikan saya full refund yang dibayarkan keesokan harinya langsung. Terimakasih ya, Traveloka dan Hotel Pangeran Pekanbaru!

Sedangkan refund dari maskapai, Batik Air, malah sampai sekarang belum nyampai juga…

 

Belajar Melantai di Bursa Saham

Harusnya dilaporkan empat bulan yang lalu tapi diputuskan bahwa nulisnya setelah praktek dan melihat bagaimana progressnya, jadi begini kisah saya soal acara workshop investasi yang diadakan Mandiri Sekuritas. Halah.

Simbok Venus woro-woro di Twitter bahwa Mandiri Sekuritas mau ngadain kegiatan pengenalan investasi di pasar modal, eh saya kok tertarik. Buat saya, investasi artinya mengamankan aset agar nilainya tidak berkurang akibat digerus investasi atau dihabiskan secara tidak produktif. Sejauh ini usaha saya berinvestasi barulah di dunia reksadana, logam mulia, dan deposito, dan menurut saya hal-hal tersebut masih bersifat pasif.

Mungkin saatnya sekarang belajar hal baru yang lebih aktif dan dinamis. Mumpung masih muda, dan biar lebih cerdas.

Kelas Investasi Cerdas yang saya ikuti diadakan di Galeri Simulasi Bursa Efek Jakarta pada tanggal 30 Mei lalu. Ada beberapa sesi yang diawali dengan pengenalan konsep investasi, jenis-jenis pasar modal beserta kelebihan dan kekurangannya, dan prinsip dasar investasi pasar modal. Nah yang menarik perhatian saya adalah prinsip dasar investasi pasar modal yaitu excess fund (bukan aset yang sudah dianggarkan untuk pos tertentu), be informed (aktif menggali informasi), diversifikasi investasi (prinsip: don’t put all eggs in one basket), disiplin (targeting profit atau cut loss), dan mengenali broker.

Galeri Simulasi Bursa Efek Jakarta. Apiiiikkk yaaaaa *ndesa*

Galeri Simulasi Bursa Efek Jakarta. Apiiiikkk yaaaaa *ndesa*

Mengenali broker ini penting, lho. Gak pengen, kan, aset kita dikelola oleh pihak yang gak jelas asal-usul dan rekam jejaknya. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Lembaga Kliring dan Penjaminan (PT. KPEI) dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (PT. KSEI) berada di bawah OJK, di mana BEI memiliki tanggung jawab penuh untuk menjadi payung dari 115 broker dan 510 emiten (perusahaan yang menyediakan sahamnya untuk dipasarkan di pasar modal). Perdagangan di pasar modal BEI memiliki mekanisme sebagai berikut:
1. Sistem tawar menawar yang kontinyu dari pukul 09:00 – 16:00 (pre-opening 08:45 – 08:55 dan preclosing 15:50 – 16:00)
2. Satuan perdagangan minimal 1 lot (100 lembar)
3. Transaksi terjadi berdasarkan prioritas harga dan waktu
4. Menganut sistem fraksi harga
5. Ada tetapan batasan maksimum pergerakan harian yang wajar dengan sistem auto-rejection.

Sesi selanjutnya membahas materi yang lebih teknis seperti tipikal pergerakan pasar modal di Indonesia dan tips-tips berinvestasi di pasar saham yang menurut saya sangat membantu orang yang awam di bidang pasar modal bahkan keuangan secara umum.

Mandiri Sekuritas sebagai salah satu broker terpercaya di bawah naungan BEI punya sistem yang memudahkan penggunanya berinvestasi di pasar modal, namanya MOST (Mandiri Online Security Trading). Di website (ada apps iOS dan Androidnya juga lho!) MOST ada fitur yang membantu kita untuk memantau pergerakan pasar modal harian baik dari volume maupun persentase kenaikan atau penurunan harga saham SELURUH emiten yang terdaftar.

Halaman Portofolio di MOST menunjukkan total aset kita, baik yang sudah berupa saham maupun yang masih “mentah” atau belum diperjualbelikan di pasar modal. Kalau pengen mantau saham ya tinggal search di halaman HairCut List untuk melihat kode saham dan pergerakannya. Kalau sudah siap tinggal ke halaman Trade untuk jual atau beli. Setiap transaksi dilakukan secara online dan harganya diperbarui setiap saat. Kayak gini nih kalo di lantai bursa efek.

Papan bursa

Papan bursa

Pada sesi simulasi masing-masing dari kami diberi modal sebanyak 500 juta rupiah untuk ditransaksikan. Saham pertama yang saya beli di pasar modal adalah MLBI, perusahaan pemilik Bir Bintang. Halo halo #sahabatmiras. Setiap transaksi selalu dikonfirmasi dengan pop-up seperti ini:

AKU KAYAAAAAA

AKU KAYAAAAAA

Hey hey lihat, ada error system. Limit transaksi saya yang harusnyaa 392 jutaan (500 juta modal dikurangi 108-an juta untuk beli 1 lot MLBI) kok di sini jadi 116 trilyun. Tapi saya kok malah merasa bingung punya uang 116 trilyun.

Baiklah, biar gak bingung kalau punya uang banyak jadilah saya coba praktek investasi saham sepulang dari kelas Investasi Cerdas, yang dengan baik hati membuatkan kami sekelas rekening saham plus saldo 250 ribu rupiah hahahaha. Nomor rekening saham beda dari nomor rekening tabungan Mandiri, dan untuk mengisinya cukup dengan prosedur transfer antar bank Mandiri aja. As easy as A, B, C. Begitu modal sudah berhasil ditransfer ke akun MOST, kita bisa update data pergerakan pasar modal di halaman Trade dan memutuskan mau beli saham yang mana. Tips memilih emiten ini pun disampaikan di kelas Investasi Cerdas, lho, termasuk tipikal pergerakan harga saham pada unit bisnis yang berbeda seperti perusahaan FMCG (fast-moving consumer goods), perbankan, konstruksi, agribisnis, dan lain-lain.

Wah ternyata ndak begitu susah ya. Saya coba melakukan beberapa transaksi pembelian saham tanpa kesulitan. Hasilnya juga bisa dipantau langsung secara online dan real time dengan warna hijau kalau kita potensial untung, dan warna merah kalau kita potensial rugi. Kenapa pake kata “potensial”? Karena kita belum bisa dibilang untung atau rugi kalau saham yang kita punya belum dijual. Ingat, pergerakan harga saham itu dinamis.

Trus sekarang saya sudah untung berapa? Yaaaa… Belum bisa buat beli laptop baru sih, tapi udah cukup lah kalau buat beli sepatu Converse atau ransel Bodypack baru. Dan karena saya masih tahap belajar berinvestasi di pasar modal, jadi kegiatan saya juga masih dalam mode gak ambil untung banyak-banyak tapi tetap menghindari kerugian sambil observasi tiap tahapnya, mulai dari prosedur matching transaksi sampai pencairan portofolio ke rekening saham dan rekening tabungan Mandiri.

Tapi ini menyenangkan! Serius. Saya seneng baca Morning Notes, Technical View, dan Closing Market yang dikirim Mandiri Sekuritas ke email pribadi saya buat apdet info terkini di dunia industri dan pasar modal. Buat saya yang kerjanya “cuma” di seputaran material logam, mineral, dan mesin, punya kegiatan investasi gini rasanya malah bisa jadi “hiburan” yang produktif. Kalaupun pasar lagi “merah” ya setidaknya saya bisa baca berita, nyari info, dan nambah wawasan ekonomi dan politik biar tahu ada apa di luar dunia kecil saya di ruang kantor dan laboratorium.

Tengkyu, kelas Investasi Cerdas!