Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Senses and Memories

Kemarin saya ada pertemuan di salah satu Balai Besar milik Kementerian Perindustrian di Bandung. Ruang rapatnya bagus lengkap dengan kursi empuk, meja kokoh, dan AC dingin. Saat sedang serius bikin diagram alir proses dan mencatat parameter operasional hasil diskusi dengan peserta rapat, tiba-tiba hidung saya mencium aroma yang mendadak membuat saya gelisah bercampur sedikit rasa takut. Aroma pewangi ruangan yang bisa nyemprot secara otomatis itu lho. Sekali, dua kali, pewangi ruangan menyemprotkan aroma ini lagi. Jadi gelisah lagi. Jadi saya berhenti menulis dan diam sejenak, mengingat-ingat asosiasi apa yang timbul dari bau pewangi ruangan sehingga membuat saya gelisah sampai kehilangan konsentrasi.

Aha. Ini adalah aroma yang sama dengan pewangi ruangan di ruang kerja saya beberapa tahun yang lalu. Perasaan gelisah yang sekarang muncul adalah perasaan yang dulu juga sering muncul saat saya sedang kelabakan nanganin report harian, mingguan, bulanan disertai perasaan cemas tiap kali muncul masalah di lapangan. Perasaan gelisah yang tidak bisa dihindari pada setiap pertemuan pagi, apalagi saat performa grup sedang turun karena satu dan lain hal. Aroma pewangi ruangan itu yang dulu menemani saya menyusun setiap kata, alasan, dan rencana.

Keluar ruangan rapat, perasaan saya sedikit lebih bebas. Tidak lagi mencium pewangi ruangan yang baunya pekat dengan rasa cemas.

Btw, hubungan antara bau-bauan dan kenangan ternyata memang sudah dibuktikan secara ilmiah, karena ada secondary cortex di otak yang fungsinya memproses informasi dari stimulus yang diperoleh panca indera. Artikelnya ada di sini dan di sini.

6 thoughts on “Senses and Memories

  1. diriku pernah ngalamin seperti ini juga.. singkat cerita, lagi naik angkum dan mencium aroma parfum yang spesifik seperti yang biasa dipake masa lalu.. trus ndadak keingetan. *halah*

  2. warm says:

    Saya juga sering kalau mencium aroma sesuatu jd teringat sesuatu di masa lalu. Misalnya mencium aroma makanan di waktu kecil, jd teringat kapan terakhir menikmatinya dulu, atau pas menghirup wewangian yg dulu sering dipakke pacal #eh 😀

  3. didut says:

    hahaha bisa ya gitu?
    aku belum pernah merasakan yang seperti itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *