Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Daily Archives: 23 September 2015

Tentang Penyelidikan Kanonik

Duh bahasanya…

Sebenarnya apa sih penyelidikan kanonik itu? Penyelidikan kanonik adalah persidangan pranikah (halah) yang dilakukan oleh seorang pastor paroki mengenai pribadi pasangan yang akan menikah secara katolik sesuai dengan hukum kanonik (codex juris canonisci) gereja. Metodenya one-on-one, harus datang berdua (ndak boleh di waktu yang berbeda), dan harus ketemu langsung (ndak boleh via skype atau google hangout). Durasinya bervariasi, tergantung kelancaran proses investigasi dan mood romonya. #eh

Apa yang diselidiki oleh romo paroki?

  • yang pertama, dan yang paling penting: apakah keduanya berstatus liber (bebas)
  • pengertian pasangan tentang gereja, hukum, dan hakikat perkawinan katolik
  • seberapa jauh pribadi masing-masing teguh pada rencana perkawinan katolik yang akan dijalani

Pasangan katolik yang akan menikah harus memiliki status liber (bebas), artinya pernikahan tersebut tidak boleh terhalang oleh apapun. Halangannya apa? Misalnya, salah satu PERNAH menikah atau MASIH terikat perkawinan. Halangan lain adalah hubungan darah dan ikatan keluarga (pernikahan saudara dari satu kakek/nenek dilarang oleh gereja, demikian juga dengan ikatan keluarga dari proses adopsi), usia yang belum memenuhi syarat, tekanan moral/finansial, impotensi, kaul religius, dll.

Pernikahan beda agama termasuk halangan ndak? Termasuk, tapi bisa dicarikan dispensasi dari uskup dengan syarat pihak non-katolik bersedia mendidik anak-anak secara katolik. Buat yang beda agama (kristen protestan juga itungannya beda agama), silakan bawa dua orang saksi yang kenal dengan anda dan berani bersumpah bahwa anda berstatus bebas, tidak terikat perkawinan.

Yang perlu dicatat adalah bahwa proses penyelidikan kanonik ini ndak bisa dilakukan secara mendadak – beberapa gereja mewajibkan 3 bulan sebelum tanggal pernikahan. Kenapa? Ya karena hasil penyelidikan ini bisa saja (amit-amit) membatalkan pernikahan, kalau memang terbukti salah satu dari pasangan ternyata tidak berstatus liber. Jadi setelah penyelidikan kanonik secara privat oleh romo, nama pasangan yang akan menikah ini akan diumumkan sebanyak tiga kali selama tiga minggu berturut-turut di gereja asal calon pengantin pria dan wanita dan di gereja tempat mereka akan menikah. Kalau ada yang mengetahui bahwa calon pengantin tersebut berhalangan, silakan melapor ke romo paroki.

Bagi para mantan yang belum bisa move on dan merelakan, mohon kesempatan ini jangan disalahgunakan ya…

Untuk melakukan penyelidikan kanonik, ada beberapa berkas yang harus disiapkan seperti sertifikat kursus persiapan perkawinan (KPP) dengan masa berlaku max 6 bulan, surat babtis terbaru dengan masa berlaku max 3 bulan, fotokopi KTP, surat pengantar dari ketua lingkungan, dan foto berdampingan. Semua dokumen disiapkan untuk berdua ya. Setelah berkasnya lengkap, silakan menghadap romo untuk janjian kapan bisa kanonik.

Trus proses penyelidikan kanonik itu kegiatannya apa?

((( kegiatannya )))

Satu bulan yang lalu saya menghadap romo Lukas di gereja. Setelah cek kelengkapan berkas, saya memberanikan diri untuk request tanggal ke romo untuk menyesuaikan jadwal field break masnya. Syukurlah romo Lukas mau ngerti dan bersedia menyisihkan jadwalnya yang sibuk untuk kami di tanggal tersebut. Fast forward dua minggu kemudian… janjian sama romo Lukas jam 5 sore, kami berdua sudah sampai di gereja jam 4.45. Pak Joko di sekretariat mempersilakan kami ke ruang tamu karena romo Lukas ternyata juga sudah siap. Kami berdua diajak masuk ke ruang kerja romo dan ditanya-tanya tentang data pribadi mulai dari tanggal lahir, identitas orang tua, tanggal babtis, krisma, dll. Waktu itu kami sepertinya nervous berat sampai kadang gak fokus sama pertanyaan romo. Masnya malah beberapa kali manggil romo dengan sebutan “pak”. Setelah itu romo minta salah satu keluar ruangan… ya udah deh saya yang belakangan. Duduk di luar ruangan ternyata gak ngilangin nervous sampai kira-kira 20 menit kemudian masnya keluar ruangan dan nyuruh saya gantian masuk.

Yang pertama ditanyain romo adalah “sudah pacaran berapa lama? banyakan bahagia atau sedihnya?” uhuk. Untung gak curcol. Pertanyaan lainnya adalah pertanyaan wajib yang sudah ada di buku penyelidikan kanonik seperti apakah tidak ada paksaan moral dan finansial, apakah benar belum pernah menikah, apakah menginginkan anak dari pernikahan ini, dll. Gak ada pertanyaan aneh-aneh. Setelah saya selesai, masnya dipersilakan masuk lagi. Di situ kami dapat beberapa wejangan tentang pernikahan, dan romo menekankan prinsip pernikahan katolik yaitu: pria dan wanita, monogami, dan tidak dapat diceraikan. Huhu berat.

Bagi yang sudah nentuin tanggal nikah, ada tips biar penyelidikan kanoniknya lancar:

  • Cari gereja dan romo yang akan memberkati, terutama kalau gerejanya beda sama gereja tempat kita terdaftar
  • Minta surat babtis yang sudah diperbarui ke gereja tempat kita babtis dulu. Kalau tempatnya jauh, tanyain dulu lewat telpon apakah bisa kirim via pos.
  • Cari jadwal kursus persiapan perkawinan (KPP). Kalau tinggal di Jabodetabek, KAJ nampilin jadwal KPP gereja-gereja se-keuskupan di website. Kalau ndak di Jabodetabek, telpon aja ke sekretariat buat tanya jadwal.
  • Cari info tentang ketua lingkungan. Surat pengantar dari ketua lingkungan ini diperlukan untuk daftar KPP dan berkas penyelidikan kanonik. Ketua lingkungan ini dasarnya dari tempat domisili minimal 3 bulan terakhir ya, gak harus berdasarkan KTP.
  • Bikin pas foto berdampingan dan cetak 4×6. Studio foto udah tahu kok pakemnya gimana. Jangan kayak saya sama masnya, karena LDR dan gak ada waktu lagi buat ketemuan sebelum kanonik maka “foto berdampingan” yang kami serahkan buat berkas adalah hasil photoshop dari pas foto masing-masing yang dijejer dan diedit sedemikian rupa. Terimakasih adikku :mrgreen:

Semoga berguna. Kalau ada pertanyaan silakan lho siapa tahu saya bisa bantu jawab~

PS: Buat yang mau kanonik ini ada link bagus buat dibaca-baca: Tanya Jawab Pernikahan di Gereja Katolik | YR Widadaprayitna’s Ideas