Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Bhisma Dewabrata, Ksatria Hastinapura

Untuk pengantar, boleh lho baca dulu tentang silsilah pandawa dan kurawa di blog post terdahulu saya.

Hari ini saya pengen cerita tentang Resi Bhisma, seorang pandita guru yang disegani oleh keluarga Pandawa maupun Kurawa karena beliau adalah leluhur mereka. Saya sendiri dari dulu jatuh cinta sama Bhisma sampai pengen kalo punya anak cowok dinamain Bhisma. namun semua musnah saat negara api menyerang sang resi mewujud dalam anggota boyband…

Sedikit mengulang. Nama kecil Bhisma adalah Dewabrata. Ia putera Prabu Sentanu yang bertahta di negeri Hastinapura. Karena istrinya, Dewi Gangga, yang juga ibu dari Dewabrata pulang ke kahyangan maka Sentanu sementara menjomblo sambil membesarkan sang putera seorang diri. Sebagai putera mahkota, Dewabrata dididik ayahnya untuk belajar berbagai macam ilmu mulai dari ilmu beladiri, rohani, militer sampai ilmu administrasi negara. Dewabrata pun tumbuh menjadi seorang lelaki yang tampan, gagah, berilmu tinggi dan bijaksana *slurp*.

Suatu hari, sang ayah yang sedang berjalan-jalan santai – mungkin sedang inspeksi – bertemu dengan seorang wanita cantik di tepi sungai Yamuna. Wanita itu bernama dewi Durgandini. Sebenarnya ia adalah anak seorang raja, tapi sejak lahir ia berbau amis sehingga sang ayah menitipkannya pada seorang tukang perahu bernama Dasabala untuk dirawat. Tumbuhlah ia menjadi seorang tukang perahu juga, menyeberangkan orang-orang di sepanjang sungai. Dewi Durgandini ini memiliki seorang suami yang bernama Palasara. Ingat gak, iklan susu formula yang menceritakan dongeng tentang raden ini dengan suara anak kecil yang lucu: “Palasara merawat anak burung di atas kepalanya”. Palasara adalah seorang begawan atau pertapa, dan karena jatuh cinta pada Durgandini ia menyembuhkan penyakitnya dan menjadikan Durgandini tidak lagi berbau amis, melainkan berbau harum seperti bunga. Palasara dan Durgandini menikah dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abiyasa. Kelak ia akan menjadi leluhur dari Pandawa dan Kurawa.

Nah mari kembali lagi ke cerita tentang Prabu Sentanu. Sang raja jatuh cinta pada Durgandini dan meminangnya saat itu juga, bahkan memaksa untuk menemui ayahnya, Dasabala. Diceritakan bahwa saat itu Durgandini tak lagi bersama Palasara, karena sang suami menekuni ilmu kebatinan dan lebih suka bertapa daripada hidup bersama istrinya meskipun mereka berdua sudah memiliki anak. Menurut pertimbangan Dasabala dan Durgandini sendiri, sepertinya Palasara sudah tidak akan kembali ke hidup berkeluarga setelah memutuskan menjadi pertapa jadi lebih baik ia menerima pinangan Prabu Sentanu.

Sebelum menerima pinangan itu, Durgandini mengajukan sebuah syarat pada sang raja bahwa apapun yang terjadi, darah dagingnya lah yang harus naik tahta Hastinapura dan bukan Dewabrata. Prabu Sentanu langsung patah hati. Ia pulang ke kerajaannya, dan berhari-hari setelah itu ia menderita penyakit yang sepertinya tak tersembuhkan. Dewabrata yang berhati lembut mendatangi sang ayahanda dan menanyakan apa yang terjadi. Kisah demi kisah diceritakan oleh sang ayah, dan dewabrata pun paham apa yang sedang membuat sang ayah galau sampai sakit-sakitan…

Ia pun menghadap dewi durgandini dan melamarnya untuk sang ayah. Dewabrata menyatakan bersedia menyerahkan tahta Hastinapura untuk calon saudara tirinya, namun sepertinya Durgandini belum puas juga. Khawatir bahwa dewabrata akan memiliki anak yang mungkin akan merebut tahta, ia juga memaksa Dewabrata agar melakukan sumpah wadad, yaitu sumpah untuk tidak akan menikah dan memiliki anak seumur hidupnya. Dewabrata tertegun… lalu demi ayahnya ia memutuskan untuk berjanji. Demikianlah ia mundur sebagai putra mahkota kerajaan Hastinapura, menjadi pertapa dan mengganti namanya menjadi Bhisma.

Dari pernikahannya dengan Durgandini, Sentanu memiliki dua orang anak bernama Citragada dan Wicitrawirya. tak lama setelah kedua anak itu lahir Prabu Sentanu meninggal dunia karena sakit dan memang sudah tua. Sambil menunggu si sulung Citragada dewasa dan bisa naik tahta, ia mengajari keduanya bagaimana menjadi raja yang baik – persis seperti bagaimana Prabu Sentanu mengajarinya dulu. Citragada ternyata lebih tertarik akan dunia militer dan peperangan serta bagaimana cara memperbesar kerajaan, sedangkan si adik Wicitrawirya lebih tertarik ilmu mengatur kerajaan dan melakukan diplomasi.

Singkat cerita, Citragada akhirnya naik tahta menjadi raja di kerajaan Hastinapura. Sangat disayangkan ia tak memerintah dalam waktu yang lama karena tewas di dalam salah satu pertempuran. Adiknya, Wicitrawirya, menggantikannya menjadi raja Hastinapura. Saat itu Wicitrawirya masih sangat muda, jadilah Bhisma mendampinginya untuk sementara. Saat sudah waktunya Wicitrawirya menikah, Bhisma mencarikannya jodoh. Ia pergi ke kerajaan Kasi, karena menurut tradisi kerajaan Kasi selalu menikahkan anaknya dengan anak raja kerajaan Kuru. Entah apa yang ada di kepala sang raja, saat itu ia tak lagi mengikuti tradisi yang telah sekian lama berlangsung dan justru mengadakan sayembara yang hadiahnya adalah ketiga putrinya: dewi Amba, Ambika dan Ambalika.

Tak gentar dengan sayembara yang diadakan oleh sang raja, ia mengikuti sayembara tersebut dan memenangkan pertandingan dengan mengalahkan semua peserta termasuk Prabu Salwa yang terkenal tangguh. Sebagai pemenang, Bhisma memboyong ketiga puteri raja ke Hastinapura untuk dinikahkan dengan Wicitrawirya. Ambika dan Ambalika setuju, namun Amba tidak mau. Ternyata ia sudah terlanjur jatuh cinta dengan Prabu Salwa yang dikalahkan oleh Bhisma. Amba kemudian meminta Bhisma untuk menyerahkannya pada Prabu Salwa, namun tentu saja sang prabu tidak begitu saja menerimanya meskipun setengah mati ia cinta dengan dewi amba. Ia menolak sang pujaan hati, karena menurutnya dewi Amba sudah bukan miliknya lagi…

Dewi Amba patah hati. Mendengar penolakan Prabu Salwa, ia meminta Bhisma untuk menikahinya karena Bhisma-lah yang memenangkan dirinya dan bukan sang adik tiri Wicitrawirya. Bhisma menjelaskan pada dewi Amba bahwa ia sudah bersumpah wadad pada sang ibu, bahwa ia sudah berjanji tak akan menikah juga punya anak.

Untuk kedua kalinya, dewi Amba patah hati. Ia terus merajuk, merayu Bhisma. Sang resi pun kehabisan akal dan mengambil busur panahnya. Ditakut-takutinya dewi Amba agar mau menurut padanya. Sang dewi yang cantik dan berkemauan keras tidak mau begitu saja menyerah.. ia justru menantang Bhisma, kalau berani lepaskan saja anak panahnya. Bhisma – entah marah, gugup atau mendadak ragu melihat kecantikan dewi amba – tak sengaja melepas anak panah tepat di jantung sang dewi. Sebelum meninggal dewi Amba bersumpah akan membalaskan dendamnya pada Bhisma, bahwa ia akan mati di tangan seorang wanita…

(bertahun-tahun kemudian)

Kerajaan Hastinapura kini dilanda perang saudara. Kurawa memimpin tahta, sedangkan saudaranya para pandawa dibuang dan mendirikan kerajaan baru di hutan Amarta. Tahta kerajaan Hastinapura dipegang oleh Duryudana, putra sulung Prabu Drestarastra, anak dari dewi Ambika sedangkan tahta kerajaan Amarta oleh Yudistira, putra sulung Prabu Pandu Dewanata, anak dari Ambalika.

Loh bukannya Ambika dan Ambalika menikah sama Wicitrawirya? Iya, tapi sayang sekali sang raja mati muda karena sakit… makanya silsilahnya dibaca dulu dong ah ;))

Suatu pagi di tegal Kurusetra, tempat pecahnya Baratayuda. Sudah hari kesepuluh, dan Bhisma masih setia menjadi senapati perang di sisi Kurawa. Hari sebelumnya, Pandawa kehilangan tiga ksatria terbaik dari Wirata: Seta, Utara dan Wratsangka yang mati di tangan resi Bhisma, Salya dan Pandita Durna. Sebelumnya Arjuna sempat berhadapan dengan Bhisma namun ia ragu menghadapi kakek yang sangat dihormatinya itu dan semangatnya pun turun. Kresna sang senapati pun menasihati dan memberi semangat pada Arjuna – dialog yang indah ini diberi nama Bhagavad Gita.

Pagi itu Kresna mengutus srikandi, istri Arjuna, untuk menghadapi resi Bhisma. Kresna tahu bahwa para Pandawa tak akan sanggup menghadapi leluhur Pandawa dan Kurawa itu, dan tentu saja Kresna juga tahu tentang sejarah Bhisma dengan seorang wanita pada masa mudanya…

Bhisma sudah bersiap diri menghadapi Srikandi. Meskipun ia seorang wanita, Srikandi pandai bertempur dan ilmu memanahnya tak kalah dengan Arjuna. Sejago apapun, Srikandi bukanlah lawan seimbang Bhisma. Di tengah peperangan, Bhisma tiba-tiba terdiam dan tak sanggup lagi bertempur .. sekilas ia melihat sosok dewi Amba pada Srikandi, yang pernah begitu menawan hatinya. Sang dewi menitis pada Srikandi, mengacaukan pikiran Bhisma.

Satu episode CLBK itupun membuat Bhisma sedikit lengah, dan Kresna pun memberi kode kepada Srikandi agar segera melesatkan anak-anak panahnya ke arah resi Bhisma. Entah karena ragu atau apa, panah tersebut meluncur lemah dan tak terarah. Arjuna pun segera melesatkan panahnya juga, mendorong anak panah Srikandi melaju dengan cepat sampai menembus dada resi Bhisma.

Sangkakala perang pun dibunyikan. Seorang resi, guru, kakek dan pembimbing Pandawa dan Kurawa gugur di tegal Kurusetra dan perang untuk hari itupun dihentikan. Bhisma adalah seseorang yang bijak dan tahu kapan harus bertindak atau diam, tapi ia merasa membuat sebuah keputusan yang salah dengan menyerahkan tahta Hastinapura untuk adik tirinya saat sang ayah jatuh sakit karena cinta. Bhisma juga ksatria sejati yang sakti dan punya ilmu kanuragan yang tinggi, sampai para dewa menganugerahinya kesempatan untuk hidup selama yang dia mau; dia hanya bisa mati kalau sudah meminta mati – death by request. Saat perang bharatayuda pecah ia berkali-kali mengajukan usul perdamaian namun selalu ditolak baik oleh pihak Pandawa maupun Kurawa. Jadilah ia berperang di sisi Kurawa karena janjinya untuk tidak meninggalkan Hastinapura. Meskipun berperan sebagai senapati perang Kurawa, namun ia juga berjanji untuk tidak membunuh siapapun dari antara Pandawa lima yang disayanginya.

Di tubuh resi Bhisma menancap ratusan anak panah, hingga saat ia roboh tubuhnya melayang tersangga anak panah. Sang resi meminta bantal untuk tidur, katanya. Prabu Duryudana mengambilkan bantal bersulam emas dari istana tapi ditolaknya. “Aku mau bantal pahlawan”, begitu sang resi berkata pada Arjuna. Ia pun secepat kilat mengambil busurnya dan memanahkan beberapa anak panah ke atas tanah hingga menancap dalam di bawah kepala sang guru. Kepalanya sudah disangga oleh anak panah Arjuna, dan Werkudara pun memberikan perisai untuk menyelimuti tubuhnya. Resi Bhisma meminta kepada para dewa untuk memberikan umur padanya sampai perang Bharatayuda berakhir… dan terjadilah demikian. Ia wafat saat perang Bharatayuda usai dengan kemenangan telak di pihak pandawa.

PS: ada juga versi yang mengatakan kalau Srikandi itu seorang pria, hanya saja saat menghadapi Bhisma dewi Amba menitis padanya sehingga ia terlihat seperti wanita. Bhisma pun tak sanggup menyerang balik karena ia tidak mau berperang melawan seorang wanita.

Tagged , ,

34 thoughts on “Bhisma Dewabrata, Ksatria Hastinapura

  1. ikon says:

    Cerita sja masih diprotes hadehh

  2. Dhalang Kenthir says:

    Sumber cerita tentang Dewa Brata (Bisma) ini dari mana? Bagi saya, Bisma bukanlah seorang resi. Dia seorang penjahat berkedok resi. Dia tak pernah merelakan tahtanya jatuh ke tangan putra-putra Durgandini. Cobalah menganalisis dengan akal sehat. Terlusuri setiap kejadian yang berkaitan dengan Dewa Brata, temukan benang merah. Jangan asak copy paste cerita, sehingga membuat orang yang tidak tahu menjadi tersesat.Lalu mendewa-dewakan Bisma.
    Anda ceritakan Citragada tewas dalam pertempuran. Pertempuran apa? Melawan siapa? Anda juga tidak menceritakan Wicitrawirya. Itu karena Anda cuma copy past. Patut diduga, keduanya dibunuh oleh Bisma. Mana ada orang merelakan tahtanya. Apalagi disuruh sumpah wadat. Akal sehat mana yang menerima. Bisma menaruh dendam kesumat terhadap keturunan ibu tirinya (Durgandini) beserta seluruh darah Wiratha. Dia (Bisma) boleh tak menguasai tahta, namun keturunan Durgandini akan dibuat tidak nyaman selama hidupnya. Apakah kita percaya begitu saja, anak-anak Resi Wiyasa (saudara tiri Bhisma juga), cacat karena kebetulan? Destaratra buta (kayaknya diculek waktu bayi),Pandu tengeng (kayaknya lehernya mlintir waktu bayi), dan Yama Widura pincang (nggak tahu diapain ya). Dan seterusnya hingga pecah barathayudha. Bismalah sumber malapetakanya. Saya tak bisa ceritakan di sini, terlalu panjang. Juga kenapa dia berpihak kepada Kurawa. Semua berdasar analisis logika, bukan katanya katanya.

    • Christin says:

      coba mas/mbaknya aja yang bikin postingan berdasar analisis logika lalu pingback ke sini…

    • Dewabrata says:

      hhahaaaa… jadi cuma dugaan… hahaa.. ada yang mencoba mengira-ngira dan ingin merubah sebuah cerita. Siapa yang percaya !!!??

    • Dewabrata says:

      @Dhalang Kenthir
      hhahaaaaโ€ฆ jadi cuma dugaanโ€ฆ hahaa.. ada yang mencoba mengira-ngira dan ingin merubah sebuah cerita. Siapa yang percaya !!!??

  3. goop says:

    bapake Bhisma ki kurang ajar yo?
    Bapak Polah Anak Kepradah
    Jiann….. :nyesel:

  4. Kimi says:

    Saya sendiri dari dulu jatuh cinta sama Bhisma sampai pengen kalo punya anak cowok dinamain Bhisma. namun semua musnah saat negara api menyerang sang resi mewujud dalam anggota boybandโ€ฆ

    *ngakak jumpalitan*

  5. tita says:

    woo ternyata komen sing anyar ono neng dhuwur ๐Ÿ˜†

  6. tita says:

    iki komen-e kok ra metu to? opo dimoderasi sik? kesuwen!!

  7. Ridu says:

    Kata Resi itu artinya apa kak? Kalo sekarang kan resi itu kaya bukti pengiriman jasa ekspedisi itu.. xD

    • Christin says:

      HAHAHAHAHAHAHA *ngakak membahana di kamar kost*

      Resi atau yang kadang disebut begawan itu adalah seorang petapa, orang suci, biasanya masuk dalam kasta Brahmana. Mereka meninggalkan hidup keseharian dan bertapa di hutan. Beberapa tinggal sendiri aja, beberapa bikin padepokan dan mengajar ilmu beladiri. Sebagai orang suci biasanya dia dianugerahi berbagai kemampuan dari para dewa ๐Ÿ˜€

      ini definisi dari kateglo:

      resi
      Definisi:

      (kl) petapa; orang suci

  8. fairyteeth says:

    ngomong2 soal srikandi.. *mlirik ada nama Srikandi di tulisanmu diatas* tadi pagi di TL riuh soal srikandi itu sebenernya Waria. Bagaimana pendapat mba Kitin?

    • Christin says:

      well.. seperti di footnote, ada beberapa versi tentang Srikandi. ada yang bilang dia itu wanita yang dididik dan berdandan seperti pria, ada yang bilang dia itu pria yang mirip wanita, dan ada juga yang bilang kalau dia itu waria. kalo tentang versi-versian gini sih aku pakemnya ke versi pewayangan jawa, Dit, yang menceritakan kalau Srikandi itu wanita yang kemudian menikah dengan Arjuna. tapi di cerita memang mereka gak mempunyai anak sih…

  9. Indra Yustiawan Yosodihardjo says:

    Kitin, aku mau donk didongengin tapi privat.

  10. celo says:

    Ini Resi satu memang bikin galau sepanjang masa. Dulu seorang sutradara teater pernah bikin puisi tentang Bhisma dan Amba…, itu galaunya gak habis sampai berbulan-bulan ๐Ÿ˜

  11. oelpha says:

    ayo tin, ndongeng lagi..

  12. mikow says:

    konon emang srikandi itu aslinya cowok yg lagi nyamar jadi cewek ๐Ÿ™‚

  13. mulai ngerti kenapa dulu kakek sempet ngomong kalo nonton wayang itu ga boleh setengah-setengah setiap kali pagelaran.. ga lain supaya tetep bisa ngikutin sesuai silsilahnya..

    • Christin says:

      susah banget ngikutin silsilah itu hahahaha mana harus cermat juga nginget-nginget yang ini pernah ngapain dan punya sejarah sama siapa aja

  14. didut says:

    lah ya kui, rasanya kok opo coba tertancep panah ngono *rak iso mbayangke*

    • Christin says:

      kan emang bhisma diberi anugerah menentukan sendiri hari kematiannya. hambok kena panah berapa juga kalo belum mau mati ya gak bakal mati. rak sah dibayangke.. mending mbayangke mbak-mbak ayu wae..

  15. dilla says:

    Selalu senang baca dongengnya kitin ๐Ÿ™‚

  16. didut says:

    yg lbh gahar sakjane puluhan panah sdh menancap tp beliau msh hidup, jan sakti tenan plus ngeri perang jaman dulu *fans komik kosasih garis keras*

    • Christin says:

      lihat kan ya di komiknya… tidur di atas anak panah yang nancep di badan gitu… cen ngeri resi bhisma ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *