Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

kopi tanpa gula

saya lupa sejak kapan saya suka minum kopi. sepertinya sih secara genetik diturunkan oleh kedua orang tua saya. bapak saya penggemar kopi tubruk dengan formula satu sendok kopi bubuk versus satu sendok makan. ibu saya dulunya penggemar kopi susu. Sekarang beliau lebih suka teh tanpa gula, jus wortel atau rebusan kunyit asam.

beberapa orang bilang kalau peminum kopi sejati itu hanya minum kopi tanpa gula. beberapa lagi bilang kopi tanpa gula itu bukan buat banci. saya sih gak peduli. biarpun saya lebih suka minum kopi tanpa gula, tapi kedengarannya kok sombong banget kalo sampe bilang peminum kopi sejati hanya minum kopi tanpa gula. lah kok saya jadi ikut-ikutan menghakimi sih ;))

jadi begini. katanya, katanya lho, kepribadian orang itu bisa dibaca dari kopi yang diminum. kalau boleh saya golongkan diri saya ke dalam pecinta espresso, maka penjelasannya sebagai berikut:

Jenis kopi ini sangat kuat dan sangat hitam karena dibuat langsung dari biji kopi dengan kadar air yang sangat sedikit. Disebut espresso karena cafe dan restoran menghidangkannya dalam waktu singkat di gelas kecil. Ini berkat teknologi mesin espresso dari Italia. Penggemar jenis kopi ini menyenangi pengalaman yang hebat, keras, dan penuh tantangan. Meski suka pada hal-hal berbahaya seperti mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Mereka juga biasanya sangat kreatif. Di sisi lain, mereka sangat penuntut, baik pada diri sendiri, maupun orang di sekitarnya.

eh? anyone can confirm? 8)

cerita lain tentang kopi… suatu malam saya sedang duduk di sebuah kedai kopi dengan seorang teman. saya pesan satu cangkir espresso, dia pesan mochacinno hangat. kemudian dia bertanya pada saya,

“kenapa kamu pesan espresso, itu kan pahit banget.”

saya nyengir aja sih. pertanyaan itu kan sama dengan pertanyaan “kenapa kamu gak suka duren?” yang ditanyakan oleh pecinta duren kepada pembenci duren, yang dijawab dengan “lah kamu kenapa suka duren?”. untuk kedua pertanyaan itu ya jawaban generalnya cuma “ya gak suka aja. gak enak gitu.” atau “ya suka aja. enak sih.”

gak ada keharusan kan, untuk memberikan alasan kenapa kita suka sesuatu atau gak suka sesuatu? atau seseorang, mungkin.

tapi yah… in case ada penggemar yang masih penasaran kenapa saya suka kopi tanpa gula… begini ceritanya. sederhana saja sih. di dalam secangkir kopi tanpa gula itu hanya ada bubuk kopi dan air panas, tanpa elemen lain. saya minum kopi kalau sedang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti analisis efisiensi bahan bakar, budget report atau surat cinta. fakta bahwa cangkir kopi itu hanya berisi dua elemen ternyata sangat membantu saya berkonsentrasi. kok bisa? karena saya yakin di situ cuma ada kopi dan air. tidak ada bahan lain. dan rasanya menyenangkan mengetahui benar bahan macam apa yang sedang saya konsumsi. kalau saya minum kopi instan, cappucinno dan kawan-kawannya pikiran saya akan terpecah karena memikirkan apa saja yang ada di dalam cangkir kopi saya, seberapa besar perbandingan satu elemen dengan elemen lain, dan sebagainya, dan sebagainya.

alasan yang cukup masuk akal, kan?

tapi akhir-akhir ini kopi tanpa gula yang saya minum memberikan asosiasi yang lain, yang tidak sepenuhnya menyenangkan. dengan takaran yang seperti biasa, kopi saya rasanya jadi lebih pahit. sepahit pengkhianatan.

Tagged , ,

15 thoughts on “kopi tanpa gula

  1. moronez says:

    widih lw ma gw sama2 suka kopi tanpa gula…pertama mengenal racikan ini pas gw tinggal di korea karena di sana semua kopi tanpa gula walaupun ada yang pake gula takarannya kecil. jadi pulang ke indo tetep kebiasaan. dan repotnya kalo pas lagi touring pengen ngopi dan ga ada cofee shop…nyari kopi instan di indomar* atau alf* udah kapok sekali minum bikin batuk2 karena kebangetan manis…

    sekedar share gw suka kopi tanpa gula + es batu…lebih maknyus…monggo di coba hehehehehe >:)

  2. stein says:

    berarti kalo sampeyan lagi makan pecel bakal mikir lebih ruwet lagi ya mbak, ini ada kencurnya atau ndak, murni kacang atau campur telo rambat, dan semacemnya 😆

    ngomong-ngomong kalimat penutupnya super sekali :mrgreen:

  3. seagate says:

    saya ndak suka kopi, baik pake gula ataupun ndak pake gula :)
    salam kenal..nice blog anyway :)

  4. jensen99 says:

    Saya suka susu dengan gula, plus seujung sendok teh kopi tuk menambah rasa. Kalo yang pahit-pahit sekalian miras. Syukurnya yang terakhir ini sudah dua bulanan gak pernah lagi.. :)

  5. […] adalah soal rasa dan kenyamanan. Ada yang suka dengan kopi yang ditambah sedikit gula, ada juga yang suka dengan kopi tanpa gula, terlebih espresso. Tak harus saling memaksakan preferensi […]

  6. Cahya says:

    Saya suka kopi tanpa gula, tapi dengan gula pun oke, asal tidak manis :).

  7. oelpha says:

    saya suka black coffee. americano, bukan espresso. jadi masih ditambah air lagi.

    jadi kapan kita ngupi-ngupi cantik, tin?

    *jawil-jawil*

  8. mikhael says:

    saya sependapat kalau ada yg bilang kopi tanpa gula untuk peminum kopi sejati… (walau kadang-kadang saya juga membuat formula tubruk kopi dgn gula 😆 )
    btw minum kopi tanpa gula itu lebih sehat krn tidak menaikkan kadar gula darah, cocok buat yang punya penyakit DM.

  9. sandalian says:

    Kalimat terakhirmu beraroma curcol ik :))

  10. Dnial says:

    Kalau aku waktu minum green tea.
    Meski variasinya banyak(Pure, jasmine, earl grey) green tea itu enaknya diminum tawar atau pahit.

    Sekaligus menurunkan kolesterol. :p

  11. Obi-Wan says:

    sepait-paitnya kopi, lebih pait ibukota.

  12. ipied says:

    kopi hitam saat butuh untuk konsentrasi, bangun, relaksasi, dan booster mood.
    kopi banci fancy saat butuh suasana baru dan sedang ingin nyoba yg baru.
    kopi banci sachet saat kere! 😆

    kangen ngopi brg kitin :)

  13. sandalian says:

    +1 Kopi dengan sedikit gula

  14. “teh juga pahit kalo dibikin yang super pekat”

    anyway, kopi yang pahit sensasinya beda dengan teh sih..

    makanya saya ga suka minum kopi, tapi lebih suka kapucino
    *keinget judul blog*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *