Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Memilih-milih Dongeng

Setelah baca salah satu komen di postingan dongeng 2 minggu yang lalu, saya jadi berpikir. Sampai minggu lalu itu saya bener-bener gak bisa nulis dongeng sama sekali.

“Kita membaca dongeng buat anak-anak kita, tapi apakah dongeng itu sepenuhnya mendidik? Iya kalau anak kita jadi sepatuh dan secerdik gadis berkerudung merah? Kalau dia menjadi mudah iri hati seperti saudara tiri Cinderella?”

Sebagai contoh di postingan Timun Mas kemarin… Orang tua Timun Mas mengingkari janji. Atau dongeng lain, Dayang Sumbi membohongi Sangkuriang.

Memang, dongeng seringkali diceritakan jauh dari realita. Namun bukan berarti kita harus mengajarkan sesuatu yang tidak seharusnya diajarkan, bukan?

Lalu, dongeng apa? Dongeng seperti apa?

Contoh saja dongeng seperti kisah Mulan, yang menceritakan seorang anak gadis yang berani meraih mimpinya dan berusaha menyenangkan orang tuanya… meskipun caranya kabur dari rumah tidak bisa dibenarkan juga sih. Atau… dongeng Cinderella. Klasik.

Jadi silakan dipilah dan dipilih dongeng seperti apa yang pantas dan tidak pantas diceritakan untuk anak-anak. Ingat, anak-anak perlu fantasi dan imajinasi juga, jadi jangan lupakan bagian fantasi dan imajinasi itu tapi juga perhatikan nilai moral yang terkandung dari dongeng tersebut.

Ada yang bisa berbagi contoh dongeng yang boleh diceritakan dan tidak pada anak-anak kita?

Sementara kita berbagi di kolom komen, saya sedang menyiapkan dongeng karangan saya sendiri di dongeng minggu depan. Hihi.

Have a nice weekday! 🙂

14 thoughts on “Memilih-milih Dongeng

  1. ugg sale says:

    The heal section on fakes ugg outlet store will have a distinct line that separates the heal area from the rest of the sole.

  2. CONNIE says:

    RT @metrotwitapp: Just our luck, when we’re about to push out new MetroTwit update, Twitter API is having major issues again http://t.co/OIkijsGu

  3. […] Baca Detail Dongeng: Memilih-milih Dongeng […]

  4. AngelNdutz says:

    kalo nyeritain penjajah ae gmn mbak? *perasaan itu bukan dongeng de* :(( :((

  5. warm says:

    nganu
    dongeng ttg putri jogja yg terdampar di negeri antah berantah itu aja

    😈

  6. didut says:

    sudah gak terlalu banyak membaca dongeng lagi .. menunggu hasil karyamu Kris hihi~

  7. mas stein says:

    dongeng seharusnya ada prolog dan epilognya tho mbak, jadi setelah menceritakan segala macem tipu daya dan akibatnya dibuatlah semacem kesimpulan. jadi gini dek… bla bla bla

    yang repot kalo pas kita sampe adegan tipu menipu nan licik si pendengar ketiduran 😆

  8. Kadang-kadang, aku ngira diriku Cinderella dan nyokapku itu Ibu Tiri. Soalnya nyokap seneng banget nyuruh-nyuruh aku nyapu n ngepel. Sampek sekarang aku nganggap pacarku itu Prince Charming yang suatu hari nanti mau bawa aku pergi dari rumah dengan mobil putihnya.. 😀

  9. Cahya says:

    Dongeng sebaiknya dipilih si pendengong agar lebih menghayati ceritanya saat disampaikan 🙂

  10. nada says:

    setuju, lebih seru lagi kalau kita bikin dongeng sendiri. hehe
    btw, pake emoticon parampaa yaa? ih.. lucunya..

    salam kenal 🙂

  11. Ceritaeka says:

    Whoaaa lagi mo bikin dongeng Tin?
    Asyiiik asyiiiik…. /

    btw heemm tiap dongen memang ada sisi positif and negatifnya, nah kalo gue.. berkaca dari nyokap dulu, abis ceritain dongeng biasanya dikasih pertanyaan yg menggiring gue untuk mengambil sisi positif dari dongeng tersebut.

  12. kimi says:

    lah, aku untuk mengejar mimpi sampe pake acara kabur segala dari rumah, seperti Mulan. ;))

  13. Chic says:

    kalo saya sih dongeng buat Vio pasti ada cerita dari sisi negatif dan positif nya. Cuma memang mesti hati-hati menjelaskan bahwa sisi negatif cerita tidak patut untuk ditiru, dan bahwa di akhir cerita si tokoh baik pasti lah yang akan menang dan bahagia. Well, ya setidaknya sampai Vio menyadari bahwa hidup ini tidak segampang cerita dongeng di mana kadang-kadang si tokoh jahat menang dan bahagian terlalu lama, dan si tokoh baik menderita selama-lamanya ;))

  14. arman says:

    kalo gua sih gak sampe segitunya ya menyeleksi dongeng atau cerita2 lain.
    yang penting gimana kita penekanannya aja. yang ditekankan kan bagian baik2nya, sisi positifnya… toh gimanapun di setiap cerita pasti ada positif dan negatif. itu perlu juga lho anak tau, supaya dia gak selalu mikir kalo semua di dunia ini positif. cerita2 negatif itu perlu diceritakan tapi dikasih tau kalo itu gak baik, supaya jangan ditiru.

    tentang tokoh utamanya sendiri melakukan tindakan negatif (kayak mulan kabur dari rumah, ortu timun mas ingkar janji), yakin dah itu gak akan jadi penekanan di benak anak. itu kan bumbu cerita aja. bukan inti cerita.
    kalo ceritanya semuanya lurus, malah si anak gak mau dengerin kali karena ceritanya boring. hahahaha.

    dalam cerita supaya menarik kan harus ada konfliknya.
    bayangkan kalo ceritanya kayak gini: amin anak yang rajin, pulang sekolah dia bikin pr trus tidur siang. bangun tidur main sebentar trus pulang mandi. abis makan malam, amin tidur.

    yakin 100%, anak2 malah bakal protes… ceritanya gak seruuuu… hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *