Rss Feed
Tweeter button
Facebook button
Digg button

Kisah Pandawa dan Kurawa

Ada seorang raja namanya Pratipa, bertahta di Kerajaan Kuru yang ibukotanya Hastinapura. Istrinya bernama Sunandha dan dia punya tiga anak : Dewapi, Bahlika, dan Sentanu. Ketika raja Pratipa sudah tua, dia ingin anaknya menggantikannya jadi raja. Ternyata Dewapi memilih untuk menjadi pertapa dan Bahlika memilih untuk mengembara ke India.

Maka dinobatkanlah Sentanu sebagai raja di Hastinapura.

Raja Sentanu menikahi Dewi Gangga. Mereka punya 8 orang anak, namun Dewi Gangga membuang 7 orang bayinya ke sungai tak lama setelah mereka dilahirkan. Ketika kali yang ke-8 anaknya hendak dibuang, Raja Sentanu mencegah perbuatan istrinya dan menyelamatkan anaknya. Dewi Gangga marah kemudian kabur ke kahyangan.

Anak yang selamat ini diberi nama Dewabrata, yang juga dikenal sebagai Resi Bhisma. Raja Sentanu menikah lagi dengan Satyawati, yang memberikannya dua putera bernama Citragada dan Wicitrawirya. Citragada mewarisi tahta ayahnya namun dia mati muda karena gugur dalam pertempuran.

Adiknya Wicitrawirya kemudian menggantikan kedudukan kakaknya. Ia menikahi Ambika dan Ambalika. Sayang, tak lama kemudian Wicitrawirya pun meninggal. Kedua janda Wicitrawirya belum punya anak :( Mereka meminta upacara suci kepada Begawan Byasa (Krishna Dwipayana) agar mereka bisa punya anak.

Selama upacara, Ambika menutup matanya, maka Krishna berkata bahwa anak yang dikandungnya buta. Anak tersebut diberi nama Drestarastra. Sedangkan Ambalika, selama upacara ia membuka matanya hingga mukanya tampak pucat. Jadilah Pandu, anaknya, bermuka pucat. Kayak orang indian muka pucat di komik Hiawata, gitu? 😆

Pandu menikahi Kunti dan Madrid. Kunti melahirkan Yudistira, Bima, dan Arjuna. Madrid melahirkan si kembar Nakula dan Sadewa. Anak-anak inilah yang kemudian kita kenal dengan sebutan Pandawa.

Saudara Pandu, Drestarastra, menikah dengan Gendari. Ketika hamil, Gendari merasa iri dengan Kunti yang telah memiliki tiga anak sedangkan dirinya satu anak aja belum. Kemudian ketika lahir, yang keluar adalah seonggok daging. Ia kemudian meminta tolong pada Resi Byasa. Sang Resi lalu memotong-motong daging itu menjadi 100 bagian dan masing-masing dimasukkan ke dalam guci dan dikubur selama setahun. Setelah guci-guci tersebut digali, dari setiap potongan daging dalam guci tumbuhlah seorang anak. Keseratus anak Drestarastra tersebut dikenal dengan sebutan Kurawa.

Trivia : Pandawa bukanlah anak kandung Pandu. Alkisah, Pandu dikutuk bahwa ia akan meninggal bila berhubungan intim, maka ia tidak bisa memiliki keturunan. Akhirnya Pandu membawa istri2nya mengembara di hutan dan menjadi pertapa. Di hutan Kunti memanggil para Dewa untuk turun ke bumi. Mantra itu digunakannya untuk memanggil Bathara Yama, Bayu, dan Indra. Dari ketiga dewa tersebut diperolehnya Yudistira, Bima dan Arjuna. Madrid pun ikut memanggil Dewa Aswin dan mendapat putera kembar bernama Nakula dan Sadewa.

Apa yang terjadi dengan Pandu?

Ketika Kunti dan anak2nya sedang jauh, Pandu bercinta dengan Madrid. Kutukan terjadi, meninggallah ia seketika. Kemudian Madrid menitipkan anak-anaknya pada Kunti sedangkan ia sendiri menceburkan diri dalam api pembakaran Pandu untuk menyusul suaminya.

xoxoxo

Sekilas info : mulai hari ini saya akan posting cerita dongeng seminggu sekali, setiap hari Selasa :fufu:

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *