Quarter Life Crisis

Experiencing this kind of thing is sort of something abstract, can’t be described nor said, but alas changing a whole life of someone.

Yes. Quarter life crisis it is.

I haven’t reached 25 years yet, and i have no idea what kind of thing comes into mind when one steps into that particular age. Some said it gives an uncanny feeling, insecurity, fear, which leads to a level… A brand new level which burns the bridge behind and forces to see and forward. No way back.

And what’s waiting on the road ahead? God knows what. They call it future.

Then a bell is ringing – banging, exactly – inside my head. What should i do then? Am i making the right decision? My job i’m having now, is it really what i always wanted?

How about i’m settling down? How about my parents and siblings? How about marriage? Kids? Pursuing higher degree?

I’m scared, and confused. A best friend i’ve spent my good and bad time with  said, “this is just another crossroad in my life, when for the first time i don’t know which path to choose.”

Well if it’s merely about a crossroad, all i have to do is just pick one and walk. Walk straight without looking back. And whatever happens, happens.

How’s yours? Did you already have any of this crisis?

Bergdorf Blondes

Itu judul buku yang baru saya selesaikan sore tadi. Chick lit tulisan Plum Sykes ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. Ceritanya dinarasikan dari orang pertama yang membahasakan dirinya sebagai “moi” (saya – french), seorang editor majalah fashion Vogue yang berteman dengan para sosialita New York.

Lalu siapa (atau apa) itu Bergdorf Blondes? Bergdorf Goodman adalah sebuah mall elite di Manhattan (yang ini beneran ada, bukan fiksi) dan Julie Bergdorf (yang ini tokoh fiksi) sang putri pewaris tahta Bergdorf adalah sahabat baik si “moi”. Kabarnya setiap tiga hari sekali Julie dan teman-temannya memperbarui warna rambut pirang mereka pada hair stylist eksklusif di mall Bergdorf . Dari situlah julukan Bergdorf Blondes berasal. Julie ini sangat terobsesi untuk menjadi orang pertama yang punya fashion item dari perancang apapun. Saking terobsesinya bahkan sekali waktu dia memperoleh tas Birkin Hermes dengan cara mencuri dari gerai di mallnya sendiri karena membutuhkan waktu tiga tahun dalam daftar tunggu untuk bisa membeli tas itu. Iya, dia mencuri dari tokonya sendiri :fufu:

Awalnya cerita berputar seperti halnya narasi Carrie Bradshaw di Sex and The City, tentang fashion items, pesta eksklusif dan kemewahan. Membosankan. Lalu di bab-bab berikut mulai muncul intrik percintaan yang makin lama makin seru. Dikisahkan bahwa salah satu sahabat baik mereka bertunangan dengan seorang yang tampan dan kaya-raya. Bergdorf Blondes ini pun berpikiran untuk mencari PH – Potential Husband – di acara manapun yang mereka datangi.

Kisah yang kompleks pun terjadi ketika si “moi” yang tak sesemangat Julie dalam mencari PH justru tersangkut kisah cinta dengan beberapa pria yang sayangnya tidak berjalan mulus. Julie sendiri akhirnya punya kekasih – beberapa kekasih tepatnya – karena menurut Julie, punya beberapa kekasih itu efeknya sehat karena dia tidak harus terobsesi pada satu orang saja :lol:

Kisah para Bergdorf Blondes dilanjutkan dengan cerita usaha bunuh diri “moi” di Paris, obsesi ibu “moi” untuk menjodohkan anaknya dengan anak tetangga yang adalah Earl of Swyres, tetangga mereka di London. Ada juga kisah Bergdorf Blondes yang selalu menyusun siasat berbelanja ketika ada exclusive sample sale perancang ternama.

Jalan cerita dinarasikan dengan deskripsi yang detil dan alur yang mengalir santai, membuat buku ini enak dibaca tanpa harus mengerti bahasa sosialita yang mereka pakai.

Eeeeuu… Biarpun saya doyan belanja, tapi melihat gaya belanja para Bergdorf Blondes itu saya tiba-tiba jadi eneg lihat ebay. Enough.

… for now at least :-P

Saya Benci Sepatu!

Siapa yang protes sama judul postingannya hah? Hah? HAH? :fufu:

Saya sungguh benci sepatu karena semakin saya benci dan mencoba menghindar, semakin saya mencintainya. Alah lebay.

Kaki kan bagian tubuh kita yang paling bersahabat. Seperti apapun ukuran pinggul, perut, dada kita, gak perlu diet untuk memakai alas kaki yang cantik.

Saya suka banget sama artikel Kompas yang ini. Saya kopi paste aja ya. Judulnya adalah 6 Jenis Sepatu yang Wajib Anda Miliki.

Pumps hitam klasik
Sepatu ini adalah must-have-item karena bisa dipakai kapan saja, dengan (hampir) semua pakaian. Boleh dibilang, inilah sepatu “aman” untuk segala suasana.

Flat
Meskipun solnya datar, tidak berarti sepatu jenis ini tak bisa membuat Anda tampil stylish.

Strappy sandals
Apakah menggunakan hak stiletto, platform, wedges, atau model lain, sepatu bertali Anda perlukan untuk digunakan dengan pakaian Anda yang seksi. atau gold.

Kitten heels
Hak sepatu ini menambahkan sentuhan feminin pada hampir semua pakaian Anda. Anda bisa memilih model slingback (bertali di belakang), slides (sandal jepit), pumps, atau selop.

Sepatu sport
Akan lebih baik jika Anda memilih merek yang sudah terjamin kualitasnya, seperti Nike, Adidas, Reebok, atau New Balance, yang memberikan ganjalan yang nyaman di bagian pergelangan.

Sepatu model lain
Entah Anda memilih model slingbackT-straps, ankle straps, boots, Mary Jane, wedges, atau platform setinggi 12 cm, semuanya terserah Anda.

Favorit saya adalah model sepatu nomer enam. Sepatu saya sih memang sudah ada lima jenis yang pertama itu (jangan ditanya jumlahnya berapa) tapi jenis sepatu yang keenam ini JUMLAH DAN JENISNYA KHAN BISA BANYAK!! ;))

*ditampar kanan-kiri depan-belakang atas-bawah*

Tapi artikel itu banyak benernya sih. Memang keenam (hihihih masi geli sama jenis sepatu yang keenam) jenis sepatu itu rasanya wajib dipunya sama para wanita. Diketawain kucing ntar kalo atasnya dress cantik tapi bawahnya sepatu lari.

UIA (Untuk Informasi Anda alias FYI *halah*), jenis-jenis sepatu yang lain ditulis oleh kucingsapi dengan sangat komprehensif di postingan ini. 8)

Sepatu favorit yang ada di koleksi saya? Suede boots sebetis dengan hak 5cm yang sering jadi penyelamat ketika bingung mao pake sepatu apa, flat shoes coklat dan sandal wedge yang enak dipake jalan, juga sepatu batik pemberian neng ini yang cantiknya gak abis-abis. (sepatunya yang cantik, bukan si neng) *plak*

Sekarang saya lagi bingung, gimana cara ngangkutin sepatu-sepatu saya ke Indonesia dan gimana cara berhenti beli sepatu… Shoeaholic anonymous, anyone? *lirik watched items list di ebay*

*ilustrasi gambar adalah koleksi sepatu Imelda Marcos. Semoga saya ndak sampe mengikuti jejak beliau. Amin.

Yang Sama, Yang Berbeda

Saya suka baca novel-novel Harry Potter, meskipun gak terlalu suka filmnya. Sekitar 5 tahun lalu saya nonton di bioskop film adaptasi dari novel keempat, Harry Potter and The Goblet of Fire. Film ini bercerita tentang turnamen Triwizard dan kemunculan Voldemort pada bagian akhirnya.

Waktu itu saya terhenyak *halah!* melihat kemunculan seorang brondong tampan, prefek asrama Hufflepuff… Cedric Diggory. Siapa dari kalian para wanita yang waktu nonton itu enggak ngiler ngeliat Cedric? ;))

Then… few more years later. A movie called Twilight flooded the whole world. Uhm, especially regarding this Edward Cullen thing. Cool, cold, and cute. Isn’t he? SORRY, BUT HE ISN’T *lol*

Pas nonton Twilight kok ya kayaknya saya familiar sekali sama wajahnya… dan ternyata Edward Cullen adalah orang yang sama dengan Cedric Diggory. Robert Pattinson.

It’s just… OMG. Edward Cullen kan nampak berantakan, terlalu banyak make up dan ndak suka mandi begitu kok beda sekali sama Cedric Diggory yang tampan, jago quidditch dan charming?

Here here.

Cedric

Cedric

See?

Lalu yang satunya… mari kita lihat.

Edward

Edward

Oh my gawd.

What do you think? Any objection? :-P

*pic linked to its source.

Hello 2010!

My very first post on this year. What do we get so far?

- Long and cold winter. Not as cold as Norway, but -5 degC is already chilling for me. Aaaaanndddd… Snowstorm strikes back! I miss wearing skirt, legging and high-heels. Now i trapped underneath fabric pants and woolen sweater everyday.

- My laptop has passed away. Sigh. A gorgeous Acer Ferrari. I’ll take him back this May to be repaired in Indonesia… Hopefully some cold-handed technician hands and mystical Indonesian aura shall bring his soul back.

- At work… Things come and go, good and bad, and meanwhile i still survive. I love being here. Yes i DO mean it.

- Trending topic of today : an eff-ing five stars PRISON !! What the heck. Do you want to be an average university student studying hard living in a 3×3 m leaky smelly boarding house pursuing your degree while you can do a goddamn crime and get a goddamn spacious prison suite with spring bed, air conditioning, flat TV, Blackberry, and, well, this one is quite stunning… PRIVATE KARAOKE ROOM?

*sigh*

- Not to be more negative, let’s move to positive thing. WINTER SALE !! Woo-hoo!! Got couple of things already, but the real sale happens this weekend. Shops will be putting their THIRD discount sticker on the tags.

Aw.

Prepare your backpack and drink your vitamin every day. Don’t be sick in the winter… You’ll be missing winter sale.

- One more good thing. I’ll be coming home this spring !! yay!! Miss you much, sunshine. *smooch*

Alrite. Wrapped. That’s what i got. What’s yours?

*pic taken from here

←Older